Loading...
id
Find Friends Home

Blog pengguna

Blogger TOP

Kata orang, SEO itu bukan ilmu pasti.

Maksudnya, mereka tidak bisa menjamin bahwa website atau konten yang mereka buat bisa masuk ke halaman 1 di Google.

Atau bahkan jadi peringkat 1.

Walaupun katanya kontennya sudah berkualitas.

Lalu di sisi lain ada konten yang jelek, tidak berkualitas, tapi bisa di peringkat 1 mengalahkan website-website yang lebih bagus.

Gara-gara ini, banyak yang menganggap SEO itu untung-untungan.

Tapi tidak benar.

Ada cara yang bisa kita lakukan untuk menjamin 100% keyword yang kita incar masuk ke halaman 1, bahkan jadi peringkat 1.

Saya akan buka semua rahasianya.

Ada cara supaya kita bisa PASTI masuk halaman 1, ini beberapa studi kasusnya…

Di blog dan forum tentang IM, saya sering lihat orang-orang menjual ebook atau jasa SEO yang katanya bisa “memaksa” Google supaya kita jadi peringkat 1.

Seakan-akan website kita bisa jadi peringkat 1 dalam sekejap.

Biasanya bohongan…

…kebanyakan isinya cuma teknik SEO dasar atau teknik black hat yang resikonya tinggi.

Tapi sebetulnya ada. Ada cara yang bisa kita lakukan untuk pasti masuk ke halaman 1 Google. Saya tidak bilang mudah, tapi bisa.

Ini peringkat beberapa konten di PanduanIM:

Peringkat 1 untuk keyword “peluang usaha” dengan volume pencarian lebih dari 60 ribu. Artikel ini juga mendapatkan peringkat 1-2 untuk keyword “peluang bisnis” (20 ribu).

Peringkat 1 peluang usaha

Peringkat 1 untuk keyword “belajar SEO” dengan volume pencarian lebih dari 3000. Bersaing dengan orang-orang yang ahli mengenai SEO.

Peringkat 1 belajar SEO

Peringkat 2 untuk keyword “bisnis online” dengan volume pencarian lebih dari 60 ribu.

Peringkat 2 bisnis online

Peringkat 2 untuk keyword “cara membuat blog” dengan volume pencarian lebih dari 100 ribu.

Peringkat 2 cara membuat blog

Di komputer anda mungkin posisinya berbeda 1-3 peringkat, karena tiap komputer berbeda-beda

Masih ada lagi sebetulnya, tapi di atas ini merupakan beberapa yang persaingan dan volume pencariannya cukup tinggi.

Ada 3 hal yang perlu saya beritahu:

  1. Saya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk menggunakan jasa SEO, backlink, kontes SEO, dsb. Semuanya dilakukan sendiri
  2. Saya tidak menggunakan teknik black hat seperti membuat PBN, blog zombie, dan/atau software pembuat backlink
  3. Sampai masuk ke halaman 1, konten-konten di atas membutuhkan waktu antara 2-5 bulan

Intinya, cara ini 100% aman dari penalti…

…dan bisa dilakukan oleh semua orang.

Saya tidak bilang bahwa cara ini sangat mudah, tapi saya yakin ini bisa dilakukan oleh semua orang kalau mereka mau sedikit berusaha.

Mari kita mulai.

1. Cari tahu jenis konten yang dibutuhkan untuk keyword yang anda pilih

Konten itu bukan cuma artikel, ya kan?

Tapi karena artikel itu jenis konten yang paling mudah, biasanya orang-orang selalu membuat konten dalam bentuk artikel untuk keyword apapun.

Ini yang bahaya.

Google tahu konten apa yang dibutuhkan untuk sebuah keyword.

Kalau misalnya dalam suatu keyword ternyata yang dibutuhkan itu konten berupa halaman produk, video, atau tool, maka konten artikel tidak akan bisa mendapatkan rangking 1.

Meskipun kualitas artikelnya tinggi.

Ini sudah dibahas lebih lanjut dalam panduan memahami search intent. Kalau anda belum baca, saya sarankan baca sekarang juga.

Sederhananya seperti ini:

Contoh, keywordnya “beli laptop asus”

Orang yang menggunakan keyword tersebut pasti ingin membeli laptop dengan merek Asus, bukan ingin mencari artikel yang berisi panduan membeli laptop.

Maka ini termasuk keyword jenis transactional.

Sehingga, hasil pencarian dengan keyword tersebut pasti berupa halaman produk dari toko online.

Lihat saja:

Hasil pencarian beli laptop asus

Tidak ada satupun yang berupa artikel. Hampir semuanya halaman produk atau halaman kategori dari toko online.

Contoh lainnya, keyword “promo tiket pesawat”

Ini hasil pencariannya:

Bukan artikel

Sama, tidak ada satupun yang berupa artikel.

Jadi kalau anda membuat artikel yang berisi promo tiket pesawat, tidak akan pernah masuk halaman 1.

Maka dari itu, jangan sampai salah buat konten.

Sebelum membuat konten, pastikan dulu jenis konten apa yang dibutuhkan untuk keyword yang diincar

Click To Tweet

Kalau website anda berupa ecommerce/toko online…

Tambahan 1 hal, kalau anda pemilik toko online.

Biasanya toko online mengincar keyword-keyword dengan intent transactional (beli laptop, beli baju batik, dll.) seperti contoh pertama tadi.

Pemilik toko online biasanya ingin supaya halaman produknya yang masuk ke peringkat 1.

Tapi ada 1 masalah:

Keyword transactional biasanya sudah dipenuhi oleh ecommerce dan marketplace raksasa seperti Lazada, BukaLapak, Tokopedia, Bhinneka dll.

Persaingan toko online

Saingannya berat, apalagi untuk produk yang umum.

Nah, kalau toko online anda hanya mengincar keyword-keyword transactional maka akan sangat sulit untuk bisa masuk ke halaman 1.

Apalagi kalau anda tidak ingin mengeluarkan biaya promosi seperti para raksasa ini.

Maka dari itu, ini saran saya:

Buatlah konten yang bersifat informasi dan isinya sesuai dengan produk/jasa yang anda jual.

Bisa dalam bentuk artikel, video, atau konten lainnya.

Pokoknya supaya website anda bernilai.

Ini karena konten informasi itu bisa dishare melalui social media, forum, atau blog milik orang lain, sedangkan halaman produk sangat jarang.

Karena website kita bernilai dan sering dishare, maka Google akan menganggap website kita reputasinya bagus.

Setelah itu, peringkat halaman produk juga akan ikut naik.

Ada manfaat lainnya: konten juga bisa membantu meningkatkan penjualan.

2. Pahami faktor yang mempengaruhi peringkat di Google

Yang sudah kenal dengan SEO pasti langsung jawab: “Backlink”.

Memang betul, backlink memang faktor utamanya…

…tapi tidak sesederhana itu.

Backlink memang bisa mempengaruhi peringkat website, tapi TIDAK SEMUA backlink bisa mempengaruhi peringkat. Bahkan kalau salah justru pengaruhnya negatif.

Backlink itu tidak sama semua.

Jenisnya berbeda-beda, kualitasnya juga berbeda-beda.

Sebelum itu, mari kita bahas dulu faktor-faktor apa saja yang tidak berpengaruh dan bisa berdampak negatif. Supaya anda tidak salah langkah.

Ini yang tidak berpengaruh dan bahkan bisa berdampak negatif:

  1. Menggunakan bold/italic/underline di keyword
  2. Menulis keyword beberapa kali di konten
  3. Banyak heading (H1, H2, H3,…) yang mengandung keyword
  4. Share konten otomatis ke social media
  5. Memasang backlink di komentar blog, social bookmarking, guest book, dan sejenisnya
  6. Membuat backlink dari web 2.0, Private Blog Network (PBN), dan blog zombie

Saya sering mendapat pertanyaan dari pembaca, keywordnya harus muncul berapa kali di 1 halaman… headingnya harus berisi berapa keyword… harus ada berapa internal link…

…jangan terlalu pusing dengan itu, tidak terlalu berpengaruh.

Mengenai backlink, jenis yang nomor 5 sekarang sudah tidak berpengaruh sedangkan nomor 6 bisa berpotensi menyebabkan penalti.

Lebih lanjut mengenai backlink bisa dibaca di artikel ini.

Itu yang kurang bagus…sekarang mari kita bahas yang bagus.

Keyword di URL & judul halaman

Ada on-page SEO, ada off-page SEO. Untuk on-page SEO (selain keyword research dan pembuatan konten), sebetulnya tidak banyak yang perlu kita lakukan.

Fokus di 2 hal ini saja.

Lokasi keyword di halaman website

Jadi kalau keyword yang anda pilih misalnya “belajar presentasi”, maka sertakan keyword tersebut di dalam judul halaman dan di URL-nya.

Jangan terlalu banyak buang-buang waktu di on-page SEO, apalagi kalau website anda bentuknya sederhana (blog misalnya).

Backlink kontekstual dan editorial dari website dengan reputasi tinggi

Waduh istilahnya bikin pusing.

Saya tadi bilang ada banyak jenis backlink, beberapa yang tidak bagus sudah disebutkan di atas.

Inilah jenis backlink yang mampu meningkatkan rangking website anda secara drastis. Bahkan kalau anda hanya punya 1.

Pengertiannya dulu:

Backlink kontekstual adalah backlink yang muncul di suatu bagian halaman website yang membahas topik tertentu. Misalnya di dalam artikel tentang sepakbola ada link ke website lain, berarti link tersebut termasuk backlink kontekstual dalam topik sepakbola.

Backlink editorial artinya backlink yang diberikan atas kemauan si pemilik website sendiri. Bukan karena imbalan (uang, barter, dll.), melainkan karena mereka benar-benar ingin merekomendasikan website/konten anda.

Pahami baik-baik…

Sederhananya, ada 1 perbedaan yang mendasar antara backlink yang bagus dan yang tidak bagus:

Backlink yang bagus diberikan oleh orang lain atas kemauan mereka sendiri. Sedangkan backlink yang kurang bagus itu yang kita buat sendiri.

Backlink yang bagus = diberikan oleh orang lain. Backlink yang kurang bagus = dibuat sendiri

Click To Tweet

Oh ya, anda mungkin pernah dengar kata orang yang bilang bahwa kita harus mendapatkan puluhan atau ratusan backlink supaya bisa masuk halaman 1 Google.

Tidak benar.

Kalau backlinknya berkualitas, kita bisa jadi peringkat 1 hanya dengan 1-2 backlink.

Artikel-artikel di PanduanIM dalam screenshot yang saya tampilkan di atas tadi rata-rata hanya mendapatkan 5, bahkan ada yang kurang.

Kalau anda sudah mendapatkan ratusan backlink tapi belum masuk halaman 1, berarti backlinknya salah.

Faktor kepuasan pengunjung

Ini faktor yang penting, tapi sering diabaikan.

Mari kita berlogika…

Google itu sebuah bisnis, mereka punya saingan (Bing, DuckDuckGo, dll).

Gimana coba caranya supaya mereka bisa unggul dari saingannya? Gampang, caranya dengan memberikan hasil pencarian yang memuaskan bagi para penggunanya.

Betul nggak?

Kalau kita sebagai pengguna tidak puas dengan Google, lama-lama bakal pindah ke search engine lain.

Makanya Google pasti akan selalu berusaha supaya hasil pencarian yang dimunculkan memuaskan buat kita, supaya kita tidak beralih ke produk lain.

Oke, tapi gimana caranya supaya puas?

Tampilkan website yang tampilannya tidak membuat frustrasi, yang loadingnya tidak lambat, dan kalau dibuka dari mobile berikan yang mobile-friendly.

Dan 1 lagi yang paling penting:

Website yang kontennya paling berkualitas.

Faktor kepuasan pengunjung

Kalau anda sekarang sudah punya website, bayangkan dari sudut pandang para pengunjung. Kira-kira mereka akan puas atau tidak dengan website anda?

Kalau puas, berarti bagus.

Kalau belum, tingkatkan lagi.

3. Buat konten yang bisa mengundang backlink (dengan 8 resep ini)

Tahap ini mungkin kesannya rumit, bikin ribet, atau terlalu berlebihan, apalagi kalau anda masih pemula. Tapi pahami baik-baik, karena ini kuncinya.

Dari penjelasan di atas, kita sudah sepakat bahwa backlink kontekstual & editorial itu yang paling besar efeknya.

Tapi coba kita berpikir ulang…

…kenapa sih orang-orang masih suka cari backlink dengan cara submit ke social bookmarking, guest book, komentar blog, dan teknik black hat padahal tidak bagus?

Ada 2 alasan:

Pertama, karena mudah.

Tinggal submit langsung dapat backlink.

Padahal tidak juga. Susah, karena pengaruhnya sangat kecil. Jadi anda mesti submit ke ratusan atau ribuan website baru efeknya mulai kelihatan

(itu pun kalau belum kena penalti).

Kedua, karena tidak ada yang mau memberikan backlink.

Kalau anda seorang pemilik website (terutama blogger), pasti paham maksud saya. Tiap kali bikin artikel, tidak ada sama sekali yang mau memberikan backlink.

Saya juga dulu begitu…

Jadi daripada backlinknya nol, mending submit ke social bookmarking, komentar blog, dll…

Inilah yang akan kita bahas sekarang.

Untuk itu, ada 1 hal yang harus anda pahami dulu:

Kalau kontennya tidak istimewa, tidak akan bisa mendapatkan backlink dari orang lain

Click To Tweet

Wajar kan, coba bayangkan:

Di suatu tempat ada seorang blogger yang tidak anda kenal. Si blogger ini membuat artikel yang biasa-biasa saja, tidak ada istimewanya…

…apakah anda sebagai pemilik website akan rela memberikan backlink?

Mustahil.

Ngapain juga ngasih backlink, ya kan…kontennya biasa aja…

Maka dari itulah kita butuh 8 resep ini.

8 resep ini kalau kita gunakan, konten kita akan jadi luar biasa. Lebih bagus, menarik, berkualitas, daripada konten lain. Lebih istimewa.

Sehingga konten kita punya peluang besar untuk mendapatkan backlink.

Inilah dia:

Resep 1 – Topik yang bisa dijadikan referensi

Beberapa hari yang lalu saya chatting dengan beberapa teman saya di salah satu grup, ngobrol tentang web programming.

Lalu muncul istilah “front-end” dan “back-end”.

Kemudian ada yang tanya artinya apaan.

Ini kalau dijelaskan lengkap bakal panjang.

Karena kita lagi chatting, males kan ngetik panjang-panjang.

Kemudian supaya gampang, salah satu orang di grup chatting ini menaruh link ke artikel yang berisi pengertian dan penjelasan 2 istilah tersebut.

Itu maksud dari “topik yang bisa dijadikan referensi”.

Artikel tersebut direkomendasikan karena bisa membantu untuk menjelaskan tentang suatu hal.

Cerita di atas memang bukan backlink, tapi kasusnya berlaku:

Misalkan ada blogger yang menulis artikel, dia perlu menjelaskan sesuatu yang tidak terlalu berhubungan dengan topik utamanya. Daripada menulis panjang lebar, dia bisa merekomendasikan konten anda sebagai referensi.

Ketika direkomendasikan oleh orang lain, kita mendapat backlink.

Jadi, pilihlah topik yang bisa dijadikan referensi.

Resep 2 – Mengandung data/statistik yang terpercaya

Alex Turnbull dalam artikelnya di Buffer menyebutkan bahwa (judul) artikel yang mengandung data mendapatkan lebih banyak pembaca daripada yang tidak.

Bedanya sampai 42%:

data-headline-reuslts

Bagi orang-orang yang membuat konten, data bisa membuat konten mereka jadi lebih terpercaya dan lebih menarik. Sehingga lebih banyak pembaca.

Nah, kalau kita menyediakan data, maka data tersebut bisa dikutip oleh orang lain.

Ketika data tersebut dikutip, mereka akan memberikan backlink.

(seperti yang saya lakukan barusan untuk menunjukkan data di atas)

Contohnya lagi, lihat artikel dari Tech in Asia ini:

Data pengguna social media Indonesia

Di dalam artikel ini, si penulisnya mengutip data jumlah pengguna social media di Indonesia (datanya berasal dari sumber lain).

Lihat backlinknya:

Jumlah backlink artikel TIA

Ada 28 backlink dari 13 domain.

Kalau dilihat, backlink-backlink ini berasal dari orang-orang yang mengutip data yang mereka cantumkan di artikel tersebut.

Backlink dari situs pemerintah

Jadi, dengan mencantumkan data kita bisa mendapatkan backlink.

Pertanyaannya, bagaimana cara mendapatkan/membuat data?

Ini beberapa cara yang paling mudah:

  1. Lakukan survey online dengan Google Forms, sebarkan ke komunitas online
  2. Lakukan analisa terhadap sesuatu di dalam website/bisnis anda sendiri
  3. Kutip data dari website lain, jangan lupa sertakan sumber
Resep 3 – Kebanggaan atas identitas pribadi

Untuk menjelaskan maksudnya, saya akan gunakan contoh.

Misalkan kalau saya ini seorang Bonek (pendukungnya klub Persebaya), lalu saya baca artikel ini dari IDNTimes:

Artikel bonek 8500 share

Pasti bakal saya share.

Orang-orang yang bangga dengan identitasnya sebagai Bonek akan membagikan artikel tersebut kepada teman-temannya ke social media.

Karena mereka bangga, dan mereka ingin teman-temannya tahu bahwa mereka bangga.

Itulah yang terjadi pada artikel tersebut.

Lihat saja jumlah share-nya…8500

Gila.

Itu alasannya mengapa konten yang mengandung identitas golongan atau pribadi jadi sangat populer. Karena orang-orang dengan identitas tersebut merasa bangga dan ingin terlihat positif.

Resep 4 – Lebih lengkap daripada yang lain

Lihat grafik ini:

Korelasi panjang artikel dan jumlah backlink

Gambar tersebut adalah hasil analisa dari Moz terhadap panjang artikel yang mereka terbitkan di blognya.

Ternyata, artikel panjang cenderung mendapatkan banyak backlink.

Logikanya seperti ini:

Bayangkan ada artikel A dan B, topiknya sama, gaya penulisannya sama.

Artikel A cuma membahas poin-poin dengan penjelasan singkat. Sedangkan artikel B menjelaskan secara detail langkah-langkahnya, disertai gambar, contoh supaya jelas dan mudah dipahami.

Kemudian teman anda butuh informasi tentang topik tersebut.

Artikel mana yang akan anda rekomendasikan?

B, pasti.

…itulah alasannya.

Itu yang saya lakukan di artikel panduan SEO yang sekarang menjadi peringkat 1 di Google. Ini bab-bab yang ada di dalamnya:

Bab di panduan seo

Sebelum ini, belum pernah ada artikel dalam bahasa Indonesia yang membahas lengkap mengenai SEO dari A-Z.

Kalau orang mau belajar SEO, biasanya mereka harus buka beberapa blog, forum, atau cari di situs berbahasa Inggris.

Maka dari itu, saya membuat panduan tersebut.

Totalnya kira-kira hampir 10.000 kata.

Hasilnya, sekitar 2-3 bulan kemudian panduan tersebut menempati peringkat pertama di Google.

Resep 5 – Isinya bisa langsung diterapkan

Coba kita uji ingatan…

…apa isi berita di koran yang kemarin anda baca?

Sebagian orang yang saya tanyakan pertanyaan ini biasanya sudah lupa, sebagiannya lagi baru ingat setelah beberapa detik/menit.

Kenapa bisa lupa?

Karena sebagian besar artikel di koran itu tidak membawa dampak apapun ke dalam hidup kita. Meskipun isinya bagus, tapi tidak punya dampak yang berarti.

Makanya dalam sehari juga sudah lupa.

Sekarang bayangkan konten di website anda seperti contoh tadi.

Kalau para pengunjung website sudah lupa dengan website anda, mereka tidak akan bisa merekomendasikan website anda.

Beda dengan kasus berikut:

Akhir tahun 2014, saya tidak sengaja ketemu video yang mengajarkan cara cepat untuk mengikat tali sepatu.

Ini videonya:

Lalu saya coba ikuti panduannya, ternyata memang lebih cepat daripada cara yang saya lakukan selama ini.

Sejak menonton video tersebut sampai sekarang, cara saya mengikat tali sepatu berubah jadi persis seperti yang diajarkan.

Ini contoh “konten yang bisa diterapkan”.

Kalau konten anda bisa langsung diterapkan oleh pengunjung, mereka akan selalu ingat dengan website anda.

Seperti video di atas, sudah hampir 2 tahun tapi masih saya ingat.

Resep 6 – Membangun hubungan positif dengan pemilik website lain

Bayangkan kasus ini:

Ada 2 orang yang butuh bantuan dari anda. Kondisi permintaannya sama persis. Bedanya, yang satu dari teman baik anda, yang satunya orang tidak dikenal.

Anda cuma boleh membantu 1 orang.

Yang mana yang akan anda bantu?

Wajarnya sih teman sendiri…

Kita sebagai manusia cenderung lebih rela untuk menolong orang yang kita kenal baik, meskipun permintaannya lebih berat.

Ini juga berlaku untuk backlink.

Kita ingin mendapatkan backlink dari pemilik website lain, ya kan?

Maka anda harus menjalin hubungan positif dengan mereka. Kalau mereka kenal dengan anda, maka mereka akan lebih mau untuk memberikan backlink.

Caranya? Kita mulai dari konten kita sendiri.

Yaitu dengan memberikan backlink duluan melalui konten anda ke konten mereka.

Ini contohnya:

Link ke dapur uang

Di artikel tersebut saya ingin supaya pembaca paham cara membuat toko online dengan WordPress.

Karena itu, saya merekomendasikan artikel dari Dapur Uang karena isinya yang paling lengkap dibandingkan yang lainnya.

Tidak lama kemudian Mas Eka Juan, pemiliknya Dapur Uang, memasang link ke website saya juga:

Backlink dari dapur uang

Resep 7 – Memiliki aset bernilai

Semua website kejar-kejaran bikin artikel.

Akibatnya, orang-orang sudah bosan dengan sekedar artikel. Lihat saja di timeline Facebook dan Twitter, link artikel semua.

Artikel itu sifatnya “lemah”.

Kalau konten anda cuma berupa artikel, cuma huruf tanpa yang lainnya, maka konten anda lemah. Terutama karena tidak menarik dan sudah terlalu umum.

Karena itulah sebaiknya artikel selalu ditunjang aset yang lebih bernilai.

Ini yang saya maksud:

  1. Gambar, foto, infografis
  2. Video
  3. Tool, software, app
  4. Data/statistik (sudah dibahas tadi)
  5. File PDF: ebook, checklist, dll.
  6. Template, plugin

Semuanya memang lebih susah dibuat dibandingkan sekedar artikel, tapi hasilnya juga akan jauh lebih tinggi.

Dari daftar di atas, menurut saya yang paling mudah dibuat itu nomor 1 dan 5.

Menurut Neil Patel dari Quicksprout, konten infografis rata-rata mendapatkan 37.5% backlink lebih banyak daripada artikel biasa.

Bahkan sekedar foto jepretan sendiri pun lebih baik.

Lihat screenshot berikut:

Link foto tempat wisata

Blogger-blogger Indonesia suka menggunakan gambar yang diambil dari website lain. Nah, ketika gambar ini digunakan maka mereka akan mencantumkan sumbernya.

Ketika gambar anda digunakan, anda mendapatkan backlink.

Contoh lainnya, template (misalnya template blog).

Mas Sugeng dari Sugeng.id sering bagi-bagi template gratis lewat blognya. Hasilnya, banyak yang memberikan backlink ke blognya.

Ini diurutkan berdasarkan jumlah backlink:

Halaman paling banyak mendapatkan backlink di Sugeng-id

Lihat angka di atas, 3 dari 5 halaman yang mendapatkan backlink terbanyak berasal dari halaman download template.

Maka dari itu, sediakan “aset” di konten anda.

Resep 8 – Memicu kontroversi

Kontroversi yang saya maksud di sini bukan berarti membuat artikel yang berisi cerita palsu, cari ribut, atau yang menyebar kebencian.

Kontroversi itu maksudnya begini:

Misalnya dalam suatu topik ada 2 sisi atau lebih. Kita sebagai pembuat konten memilih dan mendukung satu sisi.

Seperti dalam SEO, ada konsep black hat dan white hat. Dalam blog ini termasuk di artikel ini saya berdiri di sisi white hat, bukan black hat. Maka dari itu para praktisi black hat SEO kadang tidak suka dengan beberapa konten di blog ini.

Jadi ada 2 pihak yang bertentangan ketika membaca konten anda.

Saat konten kita dishare, kedua sisi ini akan saling berdiskusi dan berdebat antara setuju-tidak setuju

Sehingga akan menarik perhatian banyak orang.

Contohnya dalam artikel mendapatkan uang dari blog ini.

Jumlah share artikel blogging

Jumlah share-nya lumayan banyak.

Di dalam artikel itu saya menyebutkan bahwa blogger mestinya menghindari menggunakan AdSense sebagai sumber pendapatan.

Lantas artikel tersebut di-share ke komunitas AdSense.

Akibatnya, orang-orang di dalam grup jadi banyak yang mengomentari.

Ada yang positif, ada yang negatif.

Beberapa orang yang setuju dengan pernyataan saya kemudian merekomendasikan artikel tersebut lewat blognya.

Sehingga artikel tersebut masuk ke halaman 1 Google:

Peringkat 4 cara mendapatkan uang dari blog

Padahal tidak pernah saya carikan backlink.

Perhatikan beberapa hal ini ketika membuat konten kontroversi:

  • Topik dan isinya harus positif bagi satu pihak
  • Jangan omong kosong, justru akan merusak reputasi anda sendiri
  • Semua pernyataan yang anda buat harus masuk akal dan bisa dibuktikan

Intinya, konten anda bukan sekedar cari ribut.

Harus ada kalangan yang setuju dengan cara berpikir anda.

Misalnya kalau anda membuat artikel yang berisi kekecewaan terhadap suatu produk, isinya harus benar-benar terjadi. Bukan hanya omong kosong.

Itulah 8 resep membuat konten yang mampu mengundang backlink.

Tidak semuanya harus disertakan dalam sebuah konten, tapi semakin banyak semakin bagus.

Selain 8 hal tersebut, ada 1 lagi yang wajib:

4. Buat konten dengan kualitas lebih tinggi daripada yang ada di halaman 1 Google

Misalkan saya ingin belajar main gitar.

Lalu saya cari tutorialnya di Google.

Ternyata di peringkat 1 ada panduan yang lengkap, mudah dimengerti, dilengkapi gambar, video, dan bahan latihan. Ini panduan terbaik yang ada sekarang.

Kemudian ada seorang blogger yang mengincar keyword itu juga.

Dia buat 1 artikel, judulnya “Cara Belajar Main Gitar”.

Di dalam artikel ini cuma ada tips-tips singkat, tanpa tutorial, tanpa gambar, tanpa video. Hanya ada tulisan sepanjang 500 kata.

Kalau anda pernah belajar gitar, pasti tahu bahwa 500 kata sangat tidak cukup untuk menjelaskan cara bermain gitar.

Nah, pertanyaannya:

Secara logika, apakah mungkin artikel 500 kata buatan si blogger ini mengalahkan konten yang sudah ada di halaman 1 tadi?

Hampir mustahil…

…kecuali kalau entah bagaimana caranya dia bisa memanipulasi Google.

Konten yang lengkap tadi pasti lebih banyak direkomendasikan, lebih banyak mendapatkan backlink, dan lebih disukai oleh orang banyak.

Inilah mengapa kualitas itu yang nomor 1.

Di atas tadi kita sudah lihat ada 8 resep untuk mendapatkan backlink. Kalau konten yang anda buat tidak lebih berkualitas daripada yang sudah ada sekarang, semua resepnya sia-sia.

Sekarang kita akan belajar bagaimana membuat konten berkualitas.

Caranya?

Dengan metode KTP.

Secara singkat, inilah 3 langkah yang akan anda lakukan untuk membuat konten berdasarkan metode tersebut:

  1. Kumpulkan artikel-artikel terbaik dalam topik yang sama
  2. Tingkatkan isinya supaya artikel kita jadi yang terbaik
  3. Promosikan ke orang yang tepat (dibahas dalam poin 5 di bawah)

Sekarang akan kita bahas nomor 1 dan 2 dulu.

Supaya lebih mudah dipahami, saya akan menggunakan panduan SEO dari PanduanIM sebagai studi kasus. Artikel ini ada di peringkat 1 untuk kata kunci “belajar seo”

Studi kasus: proses pembuatan artikel panduan SEO

Kita analisa dulu keyword utamanya: “belajar seo”.

Yang jelas, orang yang melakukan pencarian dengan keyword ini pasti ingin belajar, bukan membeli kursus atau jasa SEO.

Keyword ini butuh konten berupa panduan, bisa berupa artikel, ebook, atau video. Saya pilih yang paling mudah dibuat, yaitu artikel.

Langkah 1 – Mengumpulkan artikel-artikel dalam topik yang sama

Ini tahapan wajib. Meskipun anda sudah paham dengan apa yang akan anda tulis, tapi anda tetap perlu mencari artikel-artikel lain dalam topik yang sama.

Tujuannya:

  1. Supaya tahu materi apa saja yang perlu dibahas
  2. Supaya tahu seberapa kualitas konten yang ada di halaman 1, supaya kita bisa membuat yang lebih baik lagi

Karena itu saya cari di Google dengan keyword “belajar seo”.

Kemudian semua website di halaman pertama saya catat di Google Sheets (bisa juga di Excel), beserta keterangannya.

Ini catatannya:

Ringkasan hasil pencarian belajar SEO

Hasilnya kurang memuaskan.

Belum ada panduan yang benar-benar terstruktur dari dasar sampai tuntas.

Kalau saya ini seseorang yang ingin belajar SEO, maka kelima website tersebut sepertinya tidak akan bisa membuat saya jadi benar-benar paham.

Artinya:

  1. Peluang untuk menjadi peringkat 1 terbuka lebar, karena saya yakin bisa membuat konten yang lebih baik
  2. Artikel-artikel di hasil pencarian tadi tidak bisa dijadikan patokan

Karena itu, saya beralih ke kata kunci Inggris “seo guide”.

Jauh lebih bagus:

Ringkasan hasil pencarian SEO guide

Kelima konten ini yang saya jadikan tolak ukur.

Terutama 2 artikel dari Moz dan QuickSprout yang sekarang memang sering dijadikan tempat rekomendasi untuk mulai belajar SEO.

Dalam tahap ini, bayangkan anda yang ingin belajar…

…dengan demikian anda bisa tahu apa kekurangan dan kelebihan dari masing-masing konten.

Langkah 2 – Buat struktur konten yang lebih bagus lagi

Setelah membaca-baca berbagai panduan SEO dalam 2 bahasa ini, saya bisa tahu seperti apa yang bagus dan seperti apa yang kurang bagus.

Saya juga bisa tahu materi apa yang sebaiknya dibahas dan tidak dibahas.

Setelah itu, disusunlah strukturnya:

Struktur artikel belajar SEO

Supaya kualitasnya lebih bagus, maka saya buat supaya:

  1. Materinya lebih lengkap daripada yang lain dalam B. Indonesia
  2. Bisa langsung diterapkan oleh pembaca
  3. Formatnya lebih enak untuk dibaca
  4. Ada aset berupa file PDF yang bisa didownload

Dari 8 resep di atas, 3 di antaranya disertakan dalam panduan SEO yang saya buat.

Itu sebabnya artikel ini bisa menjadi peringkat 1.

Hati-hati dalam tahap ini:

Kalau anda membuat artikel berbahasa Indonesia dan menggunakan artikel Inggris sebagai patokannya (seperti yang saya lakukan tadi), JANGAN membuat artikel terjemahan.

Selalu buat konten yang berbeda dan lebih baik.

Kalau anda langsung menerjemahkan dari Bahasa Inggris, tidak akan bisa masuk ke halaman 1 karena kemungkinan besar sudah ada orang lain yang menerjemahkan juga.

Akan dianggap sebagai duplicate content.

Tips untuk website ecommerce

Tadi sudah saya jelaskan apa yang harus dilakukan oleh website ecommerce; membuat konten informasi, supaya websitenya bernilai bagi pengunjung.

Ada 1 hal lagi:

Buat supaya halaman produk anda lebih bagus daripada website lain.

Misalnya sediakan foto yang bagus, penjelasan produk yang menarik (bukan asal copy-paste), tampilkan review dari pembeli, dan berikan “aset” berupa kupon diskon.

Intinya buat mereka lebih puas ketika berkunjung.

5. Promosikan konten sampai masuk ke halaman 1

Saya tekankan kata sampai.

Ini sekilas percakapan yang betul terjadi di Facebook antara saya (D) dengan seorang pembaca (P):

P: Mas Darmawan, saya sudah buat konten berkualitas sesuai yang diajarkan di PanduanIM, tapi sudah sebulan lebih kok belum masuk halaman 1 juga?

D: Apa kontennya sudah dipromosikan?

P: Sudah mas

D: Gimana cara promosinya?

P: Saya post di Facebook, Twitter, Google+

D: Itu aja?

P: Iya baru itu aja

Pertanyaan-jawaban semacam ini sering saya terima lewat Facebook atau email dari pembaca.

Ada yang tau salahnya dimana?

TERLALU singkat!

Promosi konten itu bukan pekerjaan sekali jalan…

Semakin tinggi persaingannya, mestinya proses promosi konten semakin panjang. Bahkan kalau perlu sampai berbulan-bulan.

Sampai targetnya tercapai, halaman 1.

(tapi nggak mesti tiap hari…asal jangan ditelantarkan)

Sebagai contoh, salah satu artikel di PanduanIM ini memakan waktu 3 bulan sejak dibuat sampai masuk ke halaman 1 Google:

Rangking konten peluang usaha

Sejak diterbitkan sampai masuk ke halaman 1, selama 3 bulan promosinya terus dilakukan secara rutin.

Saya tidak akan membahas semua teknik distribusi konten di dalam panduan ini, karena bakal jadi terlalu panjang…

…karena itu, silahkan menuju 3 panduan berikut:

  1. 13 teknik promosi konten (jangan dilewati konsepnya)
  2. Studi kasus: meningkatkan pengunjung blog hingga 419%
  3. 14+7 cara mendapatkan backlink berkualitas

Ketiga artikel tersebut wajib dipahami kalau anda ingin menjadi peringkat 1 di Google.

Tapi jangan baca sekaligus semuanya, kebanyakan.

Karena artikel ini berupa studi kasus, saya akan membahas teknik-teknik mana yang paling efektif saat saya gunakan di PanduanIM:

Membuat komunitas sendiri di social media

Waktu PanduanIM masih baru, sekitar 2-3 bulan pertama, saya coba-coba bikin komunitas sendiri di Facebook.

Ternyata hasilnya luar biasa.

Grup Facebook ini waktu pertama kali dibuat bisa mendapatkan 2000 anggota lebih dalam 1-2 hari.

Ini yang saya lakukan:

  1. Buat grup di Facebook
  2. Cari grup lain yang aktif dalam topik yang sama
  3. Buat konten dalam bentuk file (PDF, video, dll.)
  4. Post konten tersebut di grup anda sendiri
  5. Beritahukan konten tersebut ke grup lain, ajak mereka bergabung ke grup anda untuk mendownload kontennya

Ini lokasi menu untuk membuat grup, bagi yang belum pernah:

Cara membuat grup FB

Kalau audiens anda bukan pengguna Facebook, alternatifnya yaitu Google+, BBM, Line@, Instagram, dll.

Bisa juga coba lebih dari 1 kalau anda punya banyak waktu.

Di grup yang saya buat, setiap kali mem-posting link baru maka ada sekitar 300-500 pengunjung ke website ini.

Lumayan kan?

Semakin banyak pengunjungnya, semakin tinggi juga peluang kita mendapatkan backlink.

Membuat expert roundup

Teknik ini sangat populer di luar negeri, tapi masih sangat jarang digunakan di Indonesia.

Expert roundup itu artikel yang isinya kumpulan opini atau tips terhadap suatu topik dari para pakar di bidangnya.

Contohnya ini:

Strategi blogging roundup

Konten seperti ini hampir selalu mendapatkan banyak share dan backlink.

Alasannya karena para pakar yang kita sertakan di dalamnya akan ikut mempromosikan konten tersebut.

Dalam beberapa jam setelah diterbitkan, trafficnya langsung meledak:

Pengunjung meningkat drastis

Tidak banyak yang mau menggunakan teknik ini karena mereka malu atau takut untuk mewawancara para pakar.

Padahal sebetulnya tidak sulit, tinggal kirim email.

Guest blogging di blog yang populer

Ini cara yang menurut saya paling mudah.

Bayangkan, dengan numpang nulis di blog orang lain yang sudah populer, artinya kita akan mendapatkan:

  1. Pengunjung dari mereka
  2. Backlink yang berkualitas

Tanpa biaya, tanpa repot.

Beberapa hari setelah menerbitkan guest post, efeknya bisa langsung terlihat:

Ratusan pengunjung dalam sehari…

Hasil guest blogging dari 1 post

Dan halaman 1 dalam 7 hari:

Peringkat hasil guest blogging

Tapi hati-hati…

Karena guest blogging itu gampang dimanipulasi, Google mengeluarkan peringatan terhadap guest blogging yang dilakukan sembarangan.

Ini kutipan dari Matt Cutts waktu dia masih di Google:

Guest blogging is done; it’s just gotten too spammy. In general I wouldn’t recommend accepting a guest blog post unless you are willing to vouch for someone personally or know them well. Likewise, I wouldn’t recommend relying on guest posting, guest blogging sites, or guest blogging SEO as a linkbuilding strategy.

Intinya, sekarang ini banyak yang melakukan guest blogging secara massal…sehingga dianggap spam.

Maka dari itu, perhatikan hal-hal berikut sebelum melakukan guest blogging:

  1. Pilih blog yang reputasinya bagus (caranya? lihat sendiri dengan mata telanjang, tidak sulit)
  2. Jangan menawarkan uang atau imbalan lainnya
  3. Jangan gunakan jasa guest blogging
  4. Buat konten yang berkualitas untuk guest post anda
  5. Jangan lakukan guest blogging di banyak blog sekaligus

Sama seperti aspek SEO lainnya, kualitas lebih penting daripada kuantitas.

Kalau dilakukan dengan tepat, tidak perlu khawatir dengan resiko penalti. Banyak perusahaan startup maupun perusahaan besar yang melakukan guest blogging sebagai bagian dari strategi pemasarannya.

Bingung mulai dari mana? Lakukan ini

Itulah semua strateginya.

Sesulit apapun persaingannya, anda pasti bisa masuk ke halaman 1 kalau semua strategi di atas dilakukan dengan tepat.

Sekarang kita simpulkan semuanya jadi satu.

Sebetulnya artikel ini tadinya mau dibuat singkat, tapi entah kenapa jadi panjang karena banyak juga konsep yang perlu dibahas.

Secara sederhana, ini urutan kerjanya:

Langkah 1: Tentukan 1 topik konten atau keyword yang ingin anda incar untuk mendapatkan peringkat 1. Cari tahu konten jenis apa yang terbaik untuk keyword tersebut.

Langkah 2: Catat 5 konten teratas di halaman 1 Google, tulis poin/materi apa yang ada di dalam konten tersebut. Catat juga kekurangan-kelebihannya.

Langkah 3: Rencanakan konten anda sendiri, materinya harus lebih berkualitas.

Langkah 4: Pilih beberapa dari 8 resep yang bisa digunakan dalam konten tersebut untuk mendapatkan backlink.

Langkah 5: Buat kontennya. Jangan buru-buru, konten yang bagus memakan waktu lebih dari 1-2 hari. Pastikan konten ini jadi yang terbaik daripada yang sudah ada.

Langkah 6: Rencanakan promosinya. Buat daftar website untuk guest post, cari komunitas yang tepat, dll.

Langkah 7: Lakukan promosi secara rutin (seminggu sekali, seminggu 2 kali, terserah anda) sampai targetnya tercapai

Terakhir, kalau ada yang ingin ditanyakan seputar panduan ini, atau kalau anda sudah punya bayangan konten yang ingin dibuat, silahkan tulis di komentar. Kita diskusikan bersama.

Blogger TOP

Dalam artikel ini, kita akan belajar bagaimana cara mencari niche yang tepat untuk blog atau bisnis anda.

Tapi sebelumnya, ada 2 alasan mengapa ini penting:

Pertama, kalau anda salah memilih niche (atau tidak fokus dalam 1 niche) maka blog anda tidak akan bisa berkembang.

Mungkin bisa sih, tapi tidak bisa menghasilkan.

Yang kedua, kesalahan memilih niche akan menyebabkan proses pembuatan konten jadi terasa berat. Kita jadi malas bikin konten.

Dan kita jadi tidak bisa bikin konten yang berkualitas.

(yang sudah pernah salah pilih niche pasti setuju)

Oleh karena itu, kalau anda ingin membuat blog yang sukses, ini panduan yang pertama kali HARUS anda baca.

Mari kita mulai.

Karena beberapa bentuk bisnis online juga berawal dari niche, dan konsepnya mirip, maka panduan ini juga bisa anda gunakan untuk bisnis.

Ada 3 hal yang akan kita bahas di dalam artikel ini:

  1. Pertimbangan dalam memilih niche
  2. Cara menentukan niche yang tepat untuk anda
  3. Cara melakukan diferensiasi niche
Pertimbangan dalam Memilih Niche

Ada orang yang bilang harus pilih niche berdasarkan minat dan kemampuan, ada yang bilang minat tidak penting asalkan potensinya besar.

Mana yang benar?

Keduanya.

Keduanya benar dan bisa digunakan sebagai pedoman.

Tapi manusia itu berbeda-beda. Mungkin saran dari si A cocok untuk si B tapi tidak cocok untuk si C.

Untuk itu, mari kita bahas dulu berbagai pertimbangannya supaya anda bisa tahu mana yang paling tepat untuk anda sendiri.

Oh ya, ada tugas yang bisa anda lakukan:

Untuk setiap pertimbangan, silahkan tulis 5-10 niche yang anda rasa sesuai dengan pertimbangan tersebut.

1. Mengapa blogger pemula sebaiknya mengikuti minatnya sendiri

Saya ini tipe orang yang selalu menyarankan supaya blogger baru memilih bidang yang dia anggap menarik.

Tapi ada banyak pakar yang tidak setuju.

Mereka bilang bahwa mereka sendiri punya banyak blog dalam topik yang sama sekali tidak mereka pahami, tapi bisa menghasilkan puluhan-ratusan juta per bulan.

Memang benar, tidak salah…

…tapi ada satu masalah:

Mereka itu orang-orang yang sudah berpengalaman.

Mereka sudah paham seluk-beluk blogging dan cara mengembangkannya.

Sedangkan pemula?

Belum tahu cara membuat konten yang bagus, belum tahu cara mengembangkan blog, belum tahu apapun. Apalagi kalau tidak ingin keluar biaya (untuk bayar penulis).

Memilih topik berdasarkan minat

Blogging itu butuh dedikasi.

Kalau si blogger tidak berminat dengan topiknya, dia akan cepat bosan.

Selain itu, karena konten blog harus berkualitas, maka anda harus mau mempelajari niche yang anda pilih. Berarti anda akan belajar 2 hal sekaligus, belajar blogging dan belajar nichenya.

(lagipula belajar hal yang tidak kita minati itu sulit)

Ada 1 alasan lagi:

Dunia blogging ini isinya orang-orang yang benar-benar antusias terhadap nichenya masing-masing. Kalau anda tidak berminat, akan susah bersaing.

Tapi jangan anggap minat sebagai halangan.

Justru dunia blogging itu enak karena kita bisa mendapatkan penghasilan dengan menulis hal-hal yang kita minati.

Kurang enak apa coba?

Sekarang, ini tugas anda:

Abaikan potensi keuntungan, abaikan kemampuan anda sekarang, silahkan buat daftar hal-hal yang anda minati. Minimal 10.

Kalau bingung, ini pancingannya:

  1. Pikirkan rutinitas keseharian anda, apa kegiatan yang paling anda tunggu-tunggu?
  2. Apa kegiatan yang paling tidak pernah membuat anda bosan?
  3. Apa hal yang selalu muncul dalam hidup anda sejak bertahun-tahun yang lalu?
  4. Klub/forum/kelompok/organisasi apa yang anda ikuti?

10 itu sepertinya banyak, tapi sebetulnya sedikit. Banyak orang yang tidak sadar dengan minatnya sendiri.

Sekali lagi, jangan pikirkan potensi penghasilan dan kemampuan anda, buat saja sebanyak-banyaknya. Bahkan yang sepertinya konyol sekalipun.

Di tahap kedua nanti baru akan kita analisa lagi.

Misalnya kalau anda yang masih sekolah waktu di kelas suka menggambar kartun tanpa memperhatikan bu guru yang sedang mengajar, maka ini termasuk minat.

Atau kalau anda suka main game di Android/iPhone, ini juga bisa.

2. Kemampuan dan pengetahuan relatif anda

Saat menjadi blogger, maka blog anda akan jadi pusat pengetahuan.

Orang-orang yang ingin mempelajari suatu topik akan berdatangan ke blog anda. Belajar dari anda.

Sekarang bayangkan:

Kalau kita tidak lebih pintar atau lebih ahli daripada mereka yang ingin belajar, lalu gimana caranya kita bisa mengajari mereka?

Dengan belajar, pastinya…tapi ini sudah kita bahas di minat tadi.

Jadi, salah satu cara mencari niche untuk blog adalah dengan melihat kemampuan anda sendiri.

Tapi tunggu dulu…

Mentang-mentang bicara “keahlian” atau “kemampuan”, saya tidak bilang bahwa anda harus jadi pakar, guru, atau master. Tidak.

Makanya di judul subbab ini saya tulis kemampuan relatif.

Artinya yang penting kemampuan kita di atas orang awam.

Misalnya kalau seorang pakar itu kemampuannya 100%, orang awam kemampuannya 0%, maka kalau kemampuan kita cuma 40% pun sudah OK.

Tingkat pengetahuan topik blog

Nantinya juga anda akan belajar lebih banyak lagi setelah punya blog.

Ada 1 alternatif lagi:

Ini kalau anda merasa tidak PD dengan kemampuan anda…

Coba buat blog tentang “catatan perjalanan” anda dalam mempelajari topik tersebut. Jadi blog ini isinya apa-apa saja yang anda pelajari.

Blog seperti ini banyak yang jadi populer.

Sekarang tugasnya:

Sekali lagi, abaikan peluang dan potensi bisnis, buat daftar yang berisi keahlian-keahlian anda atau hal-hal yang anda rasa anda bisa jadi ahlinya (meskipun sekarang belum).

Beberapa pertanyaan pancingan:

  1. Apa hard skill yang anda miliki? (contoh: menulis artikel, programming, Photoshop, menggambar, Bahasa Inggris)
  2. Apa soft skill yang anda miliki? (contoh: gampang berteman, bisa presentasi yang menarik, percaya diri yang tinggi)
  3. Apa pencapaian yang pernah anda dapatkan? (contoh: rangking 1 di kelas, menurunkan berat badan, punya pacar, sembuh dari depresi)
  4. Apa pujian yang pernah anda dapatkan dari orang lain? (contoh: pintar berbusana, pintar menyanyi, punya pendapat politik yang menarik, selera humor yang tinggi)
  5. Parenting?

Bahkan yang anda rasa konyol sekalipun, tulis saja semuanya.

Ngomong-ngomong, semua contoh di masing-masing pertanyaan tersebut bisa jadi blog yang sukses. Sudah banyak buktinya.

3. Melihat tren yang sedang atau akan naik daun

“Siapa cepat dia dapat”

Ini sering kita jadikan bahan bercanda, tapi sebetulnya tidak salah.

Memang pada kenyataannya siapa yang paling cepat biasanya bakal punya potensi terbesar untuk unggul dan jadi sukses.

Ini bisa kita jadikan sebagai niche.

Kalau kita tahu tren yang sekarang sedang naik daun atau akan segera naik daun, kita akan sangat termotivasi untuk mengejar tren tersebut.

Apalagi kalau kita juga berminat terhadap bidangnya.

Misalnya sewaktu quadcopter/drone mulai populer di tahun 2013-14, banyak blog baru yang mulai bermunculan.

Hingga sekarang jadi blog raksasa.

Atau sewaktu model diet Paleo dan gluten-free jadi populer. Banyak blog yang membahas keduanya.

Maka dari itu, coba perhatikan tren di sekitar anda.

Contohnya kalau Apple mengeluarkan produk baru bernama iRobot, maka kita tahu produk ini nantinya akan jadi populer.

Kalau kita jadi yang pertama membahas produk tersebut, kita juga akan ikut jadi populer.

Tapi hati-hati:

Jangan pilih tren yang sifatnya sesaat. Seperti batu akik.

Coba lihat gambar grafik popularitasnya:

Tren Batu Akik

Hanya beberapa bulan, lalu anjlok.

Kalau anda memulai blog atau bisnis baru di bidang ini, populernya cuma sebentar.

Tren yang bagus itu tren yang punya alasan kuat mengapa jadi populer. Bukan karena sengaja dibuat jadi heboh, misalnya gara-gara artis.

Tugas anda:

Cari beberapa tren yang sekarang ini sedang naik daun di dalam bidang-bidang topik yang anda ikuti perkembangannya.

Anda mungkin tidak akan bisa ketemu banyak tren, atau bahkan sama sekali tidak ketemu, karena memang tren itu tidak selalu ada setiap saat.

4. Bisnis yang sedang anda jalankan

Ada 2 tipe orang yang ingin membuat blog:

Ingin menjadikan blognya sebagai bisnis untuk mendapatkan penghasilan.

Atau untuk menjadikan blognya sebagai sarana pengembangan bisnis.

Ini untuk anda yang tipe kedua.

Kalau anda sudah punya bisnis, mencari niche untuk blog lebih gampang karena tinggal disesuaikan dengan bisnisnya.

Misalnya kalau anda punya bisnis penyewaan kendaraan untuk wisatawan di Bali, anda bisa membuat blog yang berisi panduan travel di Bali.

Sehingga orang yang ingin traveling ke Bali nanti akan menyewa kendaraan dari anda.

Masuk akal kan?

Ini cara memilih topik blog yang bisa membantu mengembangkan bisnis anda:

  1. Pahami orang-orang yang termasuk di target pasar anda. Seperti contoh tadi, misalnya orang-orang yang berwisata ke Bali
  2. Cari tahu apa informasi-informasi yang mereka butuhkan. Misalnya, panduan berwisata di Bali
  3. Sediakan informasi yang mereka butuhkan. Misalnya, tempat-tempat wisata di Bali, makanan khas Bali, dan sebagainya

Baca panduan content marketing ini untuk belajar lebih lanjut.

Menentukan Niche Terbaik untuk Anda

Sekarang anda sudah punya belasan atau puluhan pilihan niche.

Tapi tentunya anda tidak akan memakai semuanya. Anda hanya akan memilih topik yang terbaik bagi anda sendiri.

Dalam tahap inilah kita akan ambil keputusannya.

Di akhir tahap kedua nanti kita akan melakukan perhitungan dengan angka-angka untuk menghasilkan topik terbaik.

Sebelum itu, kalau anda punya banyak topik, ada baiknya kita saring dulu yang tidak terlalu bagus. Supaya nanti lebih mudah.

Silahkan jawab pertanyaan-pertanyaan berikut untuk setiap niche:

1. Apakah anda antusias dengan niche tersebut?

Minat itu tidak selalu membuat kita antusias dalam blogging.

Meskipun anda tertarik dengan suatu topik, tapi bisa jadi anda tidak akan suka kalau disuruh menulis tentang topik tersebut.

Misalnya begini:

Saya suka nonton movie.

Saya sering ke bioskop untuk nonton, saya punya banyak movie bajakan di hard disk, saya juga langganan Netflix.

Tapi kalau nulis tentang movie?

Kurang tertarik.

Jadi, minat itu belum tentu membuat kita excited untuk menulis.

Coba dipikirkan seperti ini:

  • Apakah anda sanggup menulis artikel dalam niche tersebut selama bertahun-tahun?
  • Apakah anda sanggup kalau disuruh membaca buku 100 halaman tentang niche tersebut?

Kalau tidak sanggup, berarti topik tersebut kurang pas.

2. Apakah topik ini bisa jadi peluang bisnis?

Hampir semua orang yang memulai blog di jaman sekarang biasanya karena ingin mendapatkan penghasilan.

Tapi tidak semua niche bisa menghasilkan.

Ngomong-ngomong tentang penghasilan, jangan samakan jumlah pengunjung blog dengan jumlah penghasilan.

Ada niche yang bisa mendapatkan banyak pengunjung dengan mudah tapi tapi potensi penghasilannya kecil.

Ada juga yang sebaliknya…

…pengunjungnya sedikit, tapi potensi penghasilannya besar.

Jadi, ingat, jumlah pengunjung bukan indikator bagus/tidaknya sebuah topik.

Yang harus kita perhatikan adalah hal-hal berikut:

  1. Apakah ada orang yang hidupnya terbantu kalau anda menulis artikel dalam topik atau niche tersebut?
  2. Apakah orang-orang mau mengeluarkan uangnya dalam topik tersebut?
  3. Apakah ada produk, jasa, atau event yang bisa dibuat terkait topik tersebut?
  4. Apakah ada yang sudah berhasil melakukan?

Saya ingin tekankan pada poin keempat.

Banyak orang yang menganggap hanya karena suatu blog/bisnis tidak ada saingannya, maka mereka bisa sukses dengan mudah.

Justru sebaliknya.

Suatu bidang/topik/niche itu kalau tidak ada saingannya berarti tidak bisa menguntungkan.

Makanya tidak ada orang yang bersaing.

3. Apakah ada banyak yang bisa dibahas?

Blog itu website yang diupdate secara rutin dengan konten-konten baru.

Kalau hanya sedikit yang bisa dibahas, maka blog tersebut akan sulit berkembang. Sebaiknya dihindari.

Jadi, coba lakukan ini:

Untuk setiap niche yang tersisa saat ini, pikirkan lebih dari 10 judul artikel yang bisa dibahas dalam berbagai topik di niche tersebut.

Kalau tidak bisa, berarti ada 2 penyebabnya:

  1. Anda kurang paham/berminat dengan nichenya
  2. Nichenya terlalu sempit

Kalau nichenya terlalu sempit, potensi penghasilannya akan jadi sangat kecil.

Sehingga anda mungkin akan buang-buang waktu.

4. Gunakan ‘matriks pengambilan keputusan’ untuk menentukan niche terbaik

Inilah cara menentukan niche yang tepat untuk anda pribadi.

Saya pertama kali kenal metode ini sewaktu kuliah beberapa tahun yang lalu. Entah waktu itu sedang belajar apa, tapi metode ini sangat bagus untuk digunakan dalam mengambil keputusan.

Daripada saya jelaskan panjang lebar, lebih baik langsung contohnya:

Matriks Pengambilan Keputusan

Untuk mendapatkan template matriks seperti gambar di atas beserta penghitungan otomatisnya, klik di sini.

Baris pertama, horizontal, adalah kriteria dalam pengambilan keputusan beserta bobotnya masing-masing.

Semakin tinggi bobotnya berarti semakin penting kriteria tersebut.

Di dalam contoh di atas saya sudah memasukkan bobot yang saya rekomendasikan. Kalau anda tidak setuju, silahkan ubah sendiri bobotnya.

(tapi sebaiknya tidak diubah)

Sedangkan kolom paling kiri, vertikal, adalah niche anda.

Untuk setiap niche, kita berikan skor dari 1-10 terhadap setiap kriteria (baris berwarna abu-abu).

Sampai di sini masih paham?

Lanjut…

Setelah itu, masing-masing skor untuk setiap kriteria dikalikan dengan bobot dari kriteria tersebut. Ini adalah skor akhir per kriteria.

Terakhir, untuk setiap niche kita totalkan skor per kriterianya.

Misalnya:

  • Niche “presentasi” saya berikan skor 8 untuk kriteria “kemampuan”
  • Kriteria “kemampuan” punya bobot 10
  • Artinya skor akhir untuk kriteria “kemampuan” adalah 8×10 = 80
  • Ulangi seperti ini untuk kriteria lainnya
  • Kemudian totalkan semua skor per kriteria

Dari sini kita dapatkan skor total untuk setiap niche.

Skor total ini kita bandingkan untuk semua niche.

Niche yang mendapatkan skor terbesar adalah niche terbaik untuk anda.

Mudah kan?

Dengan matriks pengambilan keputusan ini, anda jadi tahu dengan jelas niche mana yang paling cocok dengan anda berdasarkan minat, kemampuan, dan potensinya.

Jadi anda sekarang sudah tahu niche apa yang tepat.

Tapi kita belum selesai.

Masih ada 1 tahapan lagi yang jauh lebih penting:

Melakukan Diferensiasi Niche

Saya mau buka-bukaan dulu:

Awalnya, subbab diferensiasi ini rencananya saya pisahkan di halaman lain. Supaya tidak terlalu panjang.

Tapi begini…

…tahapan ini sangat sering diabaikan.

Padahal justru diferensiasi itu mungkin jauh lebih penting daripada pemilihan nichenya sendiri.

Pemilihan niche itu baru 50%, sisanya di sini.

Karena pentingnya tahapan diferensiasi, supaya anda semua tidak kelewatan, maka akhirnya saya gabung jadi satu di artikel ini.

Bagian ini saya buat sesingkat mungkin, inti-intinya saja supaya tidak kepanjangan.

Apa itu diferensiasi? Kenapa penting?

Singkat saja, untuk anda yang belum tahu pengertian diferensiasi.

Diferensiasi adalah strategi untuk menjadi lebih menonjol daripada pesaing lain dengan cara menjadikan bisnis anda berbeda. Tujuannya supaya kustomer punya alasan yang kuat untuk memilih anda, bukan yang lain.

Karena blog itu juga bisnis, jadi prinsipnya berlaku.

Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, kompetisi itu pasti ada. Seperti kata pepatah, “Di mana ada gula, di situ ada semut”.

(justru kalau tidak ada kompetisi malah mencurigakan)

Hati-hati:

“Menjadi yang terbaik” itu bukan diferensiasi.

Semua bisnis dan blog juga pasti ingin jadi yang terbaik. Jadi, ini bukan diferensiasi karena tidak membedakan anda dari orang lain.

Setelah paham dengan pengertiannya, mari kita mulai.

Tahap #1: Deskripsikan niche anda dalam satu kalimat

Mulai dari yang paling dasar dulu.

Apa tujuan dari blog anda?

Sebagai contoh, saya akan menggunakan niche programming.

Ini kalimatnya:

“Blog ini memberikan panduan untuk belajar programming”.

Atau kalau misalnya blog ini isinya berita atau tren terbaru maka kalimatnya jadi kira-kira seperti ini:

“Memberikan informasi terkini seputar programming”.

Intinya, pikirkan tujuan dari blog anda lalu buat jadi sebuah kalimat.

Tahap #2: Tentukan siapa orang yang akan terbantu dengan blog anda

Tujuan orang-orang membaca blog atau membeli produk adalah karena mereka butuh bantuan anda. Mereka ingin hidupnya jadi lebih mudah.

Siapa yang akan terbantu dengan adanya blog anda?

Kita gunakan contoh yang sama seperti di tahap 1.

Ini untuk blog yang berisi panduan programming:

“Orang-orang yang ingin membuat aplikasi berbasis web”.

Ini yang isinya berita:

“Orang-orang yang antusias dengan programming dan ingin jadi yang pertama untuk mengetahui informasi terbaru”

Ingat…ini harus SPESIFIK.

Jangan cuma “orang yang ingin belajar programming”. Lihat lebih dalam lagi, apa tujuan mereka ingin mempelajari hal tersebut.

Tahap #3: Pikirkan kenapa mereka harus peduli dengan anda

Di tahap 2, kita sudah sedikit mempersempit nichenya supaya lebih spesifik dan tepat sasaran.

Tapi itu saja belum cukup.

Karena ada banyak blog yang isinya belajar programming atau berita programming. Orang-orang tidak akan memilih blog anda.

Inilah yang kita bahas sekarang.

Apa yang akan membuat orang-orang ingin datang ke blog anda?

Contoh untuk blog panduan programming:

“Ada panduan tahap per tahap untuk membuat berbagai aplikasi yang bisa ditiru oleh pembaca sehingga mereka langsung bisa membangun aplikasi sendiri dari nol”.

Saya jelaskan sedikit lagi supaya lebih paham…

Bayangkan anda sedang ingin belajar programming.

Kalau ada sebuah blog berisi panduan programming yang bisa langsung membuat anda jadi bisa membangun aplikasi sendiri… enak kan?

Apalagi kalau blog-blog yang ada sekarang hanya berisi panduan yang sepotong-sepotong.

Jadi, dalam tahap ini kita mencari apa yang membuat blog kita jadi berbeda dan lebih unggul dalam suatu hal daripada blog lain.

Luangkan waktu 5-10 menit untuk tahap ini.

Tahap #4: Jelaskan kenapa anda orang yang tepat

Kredibilitas sebuah blog tergantung pada kredibilitas si pemiliknya.

Maka dari itu, anda harus bisa menjelaskan alasan kenapa anda lah orang yang tepat untuk mereka yang membutuhkan.

Contoh:

“Saya sudah membuat beberapa aplikasi berbasis web, salah satu di antaranya bahkan diakuisisi oleh perusahaan X dengan nilai Rp X milyar”.

Semakin “wah” pastinya semakin bagus…

…tapi, sekali lagi, anda tidak perlu jadi seorang pakar atau master.

Bisa juga seperti ini:

“Saat ini saya juga sedang dalam proses untuk belajar membuat aplikasi, saya bisa membagikan apa yang sudah saya pelajari kepada pemula sehingga panduannya jadi lebih mudah dipahami”.

Masuk akal juga kan?

Tahap #5: Gabungkan semuanya dan pegang prinsip ini

Setelah tahap 1-4 selesai anda lakukan, gabungkan dalam satu kalimat.

Ini yang sudah kita buat tadi:

“Blog ini memberikan panduan untuk belajar programming kepada orang-orang yang ingin membangun aplikasi berbasis web. Ada panduan tahap per tahap untuk membuat berbagai aplikasi yang bisa ditiru oleh pembaca sehingga mereka langsung bisa membangun aplikasi sendiri dari nol.”

Kalimat inilah yang mencerminkan blog anda.

Selalu pegang prinsip yang anda tulis dalam kalimat tersebut saat:

  1. Membuat konten baru
  2. Memperkenalkan dan mempromosikan blog anda
  3. Memperkenalkan diri anda sendiri (kalimat di tahap #4)

Jangan pernah keluar dari prinsip yang sudah anda buat. Misalnya, kalau blog anda isinya panduan, jangan justru membuat artikel berita atau hiburan.

Itulah cara melakukan diferensiasi.

Maka sekarang blog kita sudah bukan sekedar “blog belajar programming” lagi. Melainkan “blog dimana orang-orang bisa belajar membangun aplikasinya sendiri”.

Terakhir, ini tugas anda:

Kalau anda saat ini sedang mencari niche, silahkan lakukan sampai di tahap matriks pengambilan keputusan.

Kemudian lakukan diferensiasi.

Lalu, tulis niche anda beserta diferensiasinya di kolom komentar di bawah.

Sedangkan kalau anda sudah punya blog, lakukan diferensiasinya saja kemudian tulis isinya di kolom komentar.

Saya akan bantu untuk menilai.

(Jangan khawatir, tidak akan ada orang yang akan mencuri ide anda)

Blogger TOP

Blog bisa dijadikan sumber penghasilan.

Masih banyak orang yang tidak percaya dengan fakta ini.

Oleh karena itu, kali ini saya ingin menunjukkan kepada anda secara LIVE bagaimana cara membuat blog dalam niche tertentu yang mampu menghasilkan jutaan Rupiah per bulan.

Semuanya akan saya buka secara transparan.

Mulai dari proses persiapan, pembuatan blog, strategi konten, sampai teknik-teknik promosinya.

Blog yang dijadikan studi kasus:

Di bulan Desember lalu saya punya waktu luang, jadi waktu itu saya punya ide untuk membuat sebuah blog studi kasus untuk pembaca PIM.

Saya akan menerapkan semua yang saya ajarkan di blog tersebut.

Kemudian hasilnya saya bagikan secara transparan.

Rencananya sih begitu…

Tapi kenyataannya, mulai bulan Januari lalu ternyata saya sibuk dengan urusan-urusan lain sehingga tidak sempat fokus.

Akhirnya blog tersebut saya abaikan.

Sekarang, yang mengurus blognya adalah salah satu asisten saya. Dia yang membantu saya mengelola konten dan melakukan promosi.

Saya cuma ngintip sesekali sambil memberikan saran.

Dengan kata lain, blog ini sifatnya seperti “autopilot”, bisa berjalan sendiri sambil menghasilkan uang meskipun tidak saya awasi.

Tapi perkembangannya juga jadi lambat.

Berikut status blog studi kasus kita saat ini:

  • Diluncurkan tanggal 7 Desember
  • (Berarti sekarang umurnya 4 bulan)
  • Jumlah pengunjung: sekitar 1500 per hari
  • Jumlah subscriber: 448
  • Jumlah post: 28 artikel (2x per minggu)
  • Pendapatan: $60 per bulan
  • Sumber pendapatan: Amazon & AdSense

Ini screenshot Google Analytics sejak hari pertama sampai saat ini:

Statistik pengunjung blog studi kasus

Ini screenshot dari Amazon untuk bulan kemarin:

Screenshot pendapatan Amazon

Mengenai pendapatan, blog ini baru dimonetisasi selama 1 bulan.

Selain Amazon, ada juga $1-2 per hari dari AdSense.

Oh ya, satu hal lagi:

Terakhir kali saya “main” AdSense dan Amazon sekitar 5-6 tahun yang lalu…setelah itu berhenti total.

Jadi saya juga sekarang sedang belajar lagi.

Kalau ada yang punya tips terkait AdSense dan Amazon untuk saya, jangan malu-malu, bisa dibagikan lewat komentar di bawah.

Apa yang akan kita lakukan di seri panduan ini?

Mulai saat ini, selama beberapa periode (minggu/bulan) ke depan saya akan menerbitkan update baru tentang kondisi terbaru blog ini.

Bukan hanya itu:

Saya juga akan buka-bukaan apa saja yang saya lakukan terhadap blog ini.

(selain nama & niche)

Tujuannya supaya anda bisa meniru cara membuat blog yang mampu menjadi sumber penghasilan.

Itulah kenapa seri panduan ini dibuat.

Di episode pertama ini, saya akan membahas bagaimana cara membuat websitenya dari nol sampai siap diluncurkan.

Mari kita mulai.

1. Mencari niche yang tepat untuk blog kita

Ini tahapan pertama dan paling penting karena niche akan menentukan seberapa besar potensi blog anda.

Tahapannya sudah dijelaskan di sini.

Silahkan baca panduan tersebut dulu kalau belum.

Setelah itu mari kita bahas yang lebih spesifik untuk kasus ini.

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan:

Pertama, kalau anda berencana tidak menulis sendiri (menggunakan jasa penulis) tidak usah terlalu fokus dengan minat dan kemampuan anda sendiri.

Yang penting menurut anda tidak membosankan.

Karena kalau anda merasa nichenya membosankan, maka nanti mengurus blognya juga akan jadi membosankan.

Yang kedua, pilih topik yang tidak terlalu sempit.

Ini sempat populer di sekitar tahun 2012 ke belakang, istilahnya Micro Niche Site. Memilih niche yang sangat kecil supaya saingannya juga kecil.

Jangan seperti itu.

Niche yang sempit duitnya juga kecil, karena peminatnya sedikit.

Pilih niche yang cukup besar, kemudian lakukan diferensiasi supaya blog anda punya daya saing.

Ketiga, yang satu ini tidak wajib, tapi kalau bisa pilih niche yang menarik untuk di-share ke social media dan punya gambar/foto yang indah.

Seperti ini (dari Lifehack.org):

Gambar post dari Lifehack-1

Alasannya karena social media akan jadi tempat promosi utama.

Kalau performa niche anda tidak bagus di social media, maka akan butuh waktu lebih lama. Tidak sulit sebetulnya, karena hampir semua niche populer pasti menarik di social media.

Tapi sekali lagi, tidak wajib.

Ini beberapa bidang industri yang populer di internet sebagai bahan untuk pertimbangan anda:

  1. Bisnis dan marketing
  2. Karir
  3. Edukasi dan sains
  4. Teknologi
  5. Olahraga/aktivitas fisik
  6. Psikologi
  7. Fitness
  8. Kesehatan
  9. Rumah dan keluarga
  10. DIY, seni, dan kreasi
  11. Pengembangan diri
  12. Gaming
  13. Politik dan sosial
  14. Berkebun
  15. Hewan dan peliharaan
  16. Fotografi
  17. Masakan, makanan, dan minuman
  18. Desain
  19. Fashion
  20. Travel
  21. Kecantikan
  22. Properti dan perumahan
  23. Kendaraan
  24. Keuangan
  25. Mainan
  26. Kegiatan outdoor (hiking, mendaki gunung, dsb.)
  27. Relationship (pacar, teman, keluarga)

(Ingat, ini industri, bukan niche. Niche anda sebaiknya lebih spesifik lagi)

Sekali lagi, baca panduan ini untuk mencari niche.

2. Mencari keyword dan membuat strategi keyword

Silahkan baca panduannya dulu di sini.

Panduan di atas sebetulnya sudah cukup.

Tapi caranya akan sedikit kita modifikasi sesuai kebutuhan.

Mencari topik dan keyword primer

Topik primer itu topik yang paling pertama dicari oleh semua pemula dalam suatu niche. Topik yang semua orang mesti tau.

Ikuti langkah-langkah berikut:

Yang pertama anda lakukan adalah mencari sub kategori.

Misal nichenya “fitness”.

Di dalam niche tersebut tentu masih ada turunan-turunannya lagi.

Contohnya:

  • Program latihan
  • Nutrisi
  • Suplemen
  • Motivasi
  • Kesehatan, dan sebagainya

Kemudian, cari apa topik pembahasan utama dari setiap sub kategori.

Contoh untuk sub kategori nutrisi:

“cara menghitung kebutuhan kalori”, “pola diet untuk menambah massa otot”, “daftar makanan berprotein tinggi”, dan sebagainya.

Intinya cari informasi yang dibutuhkan oleh semua pemula.

Bayangkan kalau anda baru tertarik dengan topik tersebut, apa hal-hal pertama yang perlu anda ketahui? Itulah topik primer.

Jangan terburu-buru.

Luangkan waktu 2-3 jam sambil browsing blog dengan kategori yang sama.

Lalu ubah topiknya ke versi sederhana.

Maksudnya seperti ini:

Bayangkan kalau anda mau mencari informasi tersebut di Google, apa yang akan anda tulis. Misalnya “makanan protein tinggi”, atau “menghitung kalori”.

Selanjutnya, masuk ke Google Keyword Planner.

Masukkan versi sederhana dari topik tersebut ke GKP satu per satu.

Kemudian catat yang “Monthly Search Volume”-nya tinggi:

Mencari keyword primer

Catat ke Microsoft Excel, Google Sheets, atau Notepad.

(Saya pakai Google Sheets supaya bisa diakses oleh asisten)

Setelah selesai, kita lanjut ke tahap berikutnya.

Mencari topik dan keyword sekunder

Seperti yang sudah kita bahas di atas, topik primer itu yang paling mendasar dan dibutuhkan oleh para pemula.

Topik-topik primer biasanya populer.

Tapi jumlahnya tidak banyak, persaingannya juga biasanya tinggi.

Maka dari itu, kita perlu mencari topik sekunder yang lebih bervariasi dan persaingannya lebih rendah.

Ini caranya:

Pertama, cari sekitar 10 blog atau lebih dengan niche yang sama dengan calon blog anda.

Gunakan Google.

Masukkan satu per satu keyword primer anda di Google. Lalu akan muncul blog-blog dengan niche tersebut, seperti ini:

Mencari blog populer dengan kategori yang sama

Jangan cuma website besar, cari yang agak kecil juga.

Catat di Notepad atau Excel.

Lalu, buka SEMRush.

Atau bisa juga menggunakan Ahrefs.

Ahrefs sebetulnya lebih bagus tapi sedikit lebih mahal (ada trialnya, gratis 14 hari kalau anda mau coba).

Ambil 1 website yang sudah anda catat barusan, lalu masukkan ke SEMRush.

Scroll sedikit ke bawah, lalu klik tombol ini:

Mencari keyword organik

Untuk Ahrefs, posisinya di sini:

Posisi organic keyword di Ahrefs

Inilah keyword-keyword yang memberikan traffic terbesar untuk blog tersebut:

Keyword terpopuler dari website

Kalau anda menggunakan SEMRush versi gratis, anda hanya akan mendapatkan 10 keyword per website.

Gampang kan?

Ini seperti nyontek, kita nggak perlu mikir.

Catat keywordnya di Excel atau Notepad.

Kemudian ulangi proses di atas untuk semua blog lain yang sudah anda catat tadi, semuanya, sampai habis atau sampai bosan.

Cari sebanyak-banyaknya.

Ada 1 lagi enaknya teknik di atas:

Kalau ada website kecil yang bisa mendapatkan rangking tinggi untuk suatu keyword, berarti keyword tersebut mudah untuk ditaklukkan.

Jadi, website baru anda bisa masuk halaman 1 dengan mudah.

Itu sebabnya tadi saya bilang jangan cuma cari website besar.

Analisa tingkat persaingan dengan Long Tail Pro

Dari tahap kedua di atas, anda sekarang sudah punya puluhan atau bahkan ratusan keyword baru.

Nantinya keyword ini akan dijadikan artikel, ya kan?

Tapi pilih keyword mana dulu dari sekian banyak?

Tergantung.

Tergantung persaingannya.

Kalau anda menargetkan yang persaingannya tinggi duluan, bakal lama sampai bisa mendapatkan pengunjung. Karena susah.

Sedangkan kalau anda cuma menargetkan yang persaingannya rendah, bakal susah untuk mendapatkan banyak pengunjung.

Itu yang mesti anda perhatikan.

Maka dari itu, bagusnya dikombinasikan antara keyword susah dan mudah.

Di sini kita butuh analisa persaingan keyword.

Tahapan ini sebetulnya tidak wajib, tapi perkembangan blog anda akan jadi jauh lebih efektif kalau anda melakukan analisa persaingan.

Ini langkah-langkahnya:

Pertama, kumpulkan keyword-keyword anda, satu keyword per baris (mestinya sih sudah). Seperti ini:

Kumpulkan keyword di spreadsheet

Kedua, download dan install Long Tail Pro.

Copy-paste semua keyword anda ke Long Tail Pro di bagian ini:

Masukkan keyword ke LTP

Setelah analisanya selesai, klik tombol ini untuk mendapatkan tingkat kesulitan keyword anda:

Mencari tingkat kesulitan keyword

Tunggu sampai selesai.

Setelah mengetahui tingkat kesulitannya, anda sekarang tahu keyword mana yang enaknya ditarget duluan dan mana yang belakangan.

Anda juga jadi tahu seberapa tinggi kualitas konten yang dibutuhkan.

Simpan semua dokumen tadi baik-baik.

Ini masih akan anda pakai terus kedepannya.

3. Persiapan dan pengaturan blog

Akhirnya, setelah kedua tahap persiapan di atas selesai, barulah kita bisa mulai membuat blog (jangan malah bikin blog dulu baru mikir).

Ini yang anda butuhkan:

  1. Hosting di HostGator untuk blog berbahasa Inggris
  2. Atau di Niagahoster kalau berbahasa Indonesia
  3. Panduan instalasi WordPress

Kalau anda ingin hasil optimal dari panduan ini, jangan gunakan blog gratisan seperti Blogspot atau Tumblr, apalagi Blogdetik, WAP, dan sejenisnya.

Gunakan WordPress, titik.

Setelah proses instalasi selesai, lanjutkan baca ke bab-bab berikutnya untuk belajar cara menggunakan WordPress.

Memilih theme untuk blog anda

Jangan pusing dengan theme…

Saya sering lihat orang yang gonta-ganti theme blog baru hampir tiap hari. Ini buang-buang waktu.

Lalu ada juga yang beli theme premium yang katanya fiturnya bagus, lalu setelah itu diutak-atik lagi karena belum puas.

Jangan buang-buang waktu di sini.

Ini beberapa contoh theme gratis yang sudah sangat cukup:

  1. Sparkling
  2. Nisarg
  3. ColorMag
  4. Hueman

Kalau anda memang ingin membeli theme yang premium, ini beberapa rekomendasi berdasarkan selera pribadi saya:

  1. The Reader
  2. Soledad
  3. Foodica
  4. Brixton
  5. Tulip
  6. Genesis Framework

Saya sendiri di blog ini dan blog lainnya menggunakan modifikasi dari salah satu theme Genesis Framework.

Instalasi plugin yang sifatnya wajib

Daftar plugin yang wajib sudah saya bahas di sini.

Supaya anda tidak perlu bolak-balik, saya tuliskan ulang plugin yang (menurut saya) wajib untuk setiap blog baru:

  1. Yoast SEO
  2. Updraft Plus — untuk backup
  3. Akismet — untuk menjaring spam
  4. WP Super Cache — untuk cache/meringankan loading
  5. JetPack — untuk proteksi, contact form, dan CDN
  6. Google Analytics by Yoast
  7. SumoMe — untuk tombol share dan optin form
  8. Kraken — meringankan gambar yang diupload

Selain yang di atas, sesuai kebutuhan masing-masing.

Kalau mau lihat daftar lengkapnya beserta alternatif-alternatifnya, masuk ke panduan di atas.

Ingat:

Jangan install terlalu banyak plugin, bisa menghambat loading blog. Install yang penting-penting saja

Halaman-halaman yang sebaiknya anda sediakan

Selain artikel, di blog anda juga mesti ada beberapa halaman yang penting — meskipun tidak wajib.

Ini beberapa di antaranya:

  1. Contact — form atau alamat email untuk menghubungi anda (bisa dibuat dengan plugin JetPack)
  2. About — tentang anda dan blog anda
  3. Disclaimer — kalau anda menulis artikel nutrisi dan kesehatan, harus ada pemberitahuan bahwa artikel anda bukan saran dokter atau pakar
  4. Privacy policy — kalau anda menggunakan media iklan seperti AdSense, harus ada penjelasan mengenai kebijakan privasi
  5. Disclosure — kalau anda mempromosikan produk affiliate misalnya dari Amazon, harus ada penjelasan bahwa anda mendapatkan komisi ketika mereka membeli barang dari link yang anda sertakan

Semuanya penting supaya anda tidak kena masalah.

Untuk beberapa negara memang tidak wajib, tapi kalau pengunjung website anda berasal dari banyak negara sebaiknya dibuat saja daripada celaka.

Ini contoh privacy policy sederhana dari John Saddington yang bisa anda copy-paste:

This blog does not share personal information with third parties nor do we store any information about your visit to this blog other than to analyze and optimize your content and reading experience through the use of cookies.

You can turn off the use of cookies at anytime by changing your specific browser settings.

We are not responsible for republished content from this blog on other blogs or websites without our permission.

This privacy policy is subject to change without notice and was last updated on [Month], [Day], [Year]. If you have any questions feel free to contact me directly here: xxxx@xxxx.com.

Dan ini contoh disclaimer untuk niche tertentu:

The material on this site is provided for informational purposes only and is not medical advice. The statements have not been evaluated by the Food and Drug Administration. Always consult your physician before beginning any diet or exercise program.

Kalau anda menggunakan AdSense dan Amazon, ada informasi tambahan lagi yang harus anda sertakan.

Baca di sini untuk AdSense, dan di sini untuk Amazon (poin nomor 10).

Tapi ingat juga, kalau blog anda terang-terangan melanggar hukum, privacy policy dan disclaimer seperti apapun tidak akan bisa melindungi anda.

Persiapan lainnya untuk blog baru anda

Sebelum kita terjun ke medan perang, ada beberapa persiapan lagi yang sebaiknya anda lakukan.

Ini daftarnya:

  1. Instalasi plugin, theme, dan halaman yang wajib (sudah dibahas)
  2. Buat kategori-kategori blog anda
  3. Ganti favicon
  4. Atur widget
  5. Buat menu navigasi
  6. Ubah permalink
  7. Pasang Google Analytics
  8. Atur Yoast SEO
  9. Dan pengaturan dasar lainnya
4. Menyediakan media berlangganan

Bayangkan cerita ini:

Anda sudah punya blog dan konten.

Lalu anda promosikan konten ini ke tempat-tempat supaya banyak orang yang datang.

Akhirnya ada beberapa ribu orang yang datang.

Tapi, setelah selesai baca 1-2 konten mereka langsung pergi.

Karena mereka pergi begitu saja, kita tidak punya cara untuk “memanggil” mereka lagi saat ada konten baru yang diterbitkan.

Mereka juga lupa dengan blog anda.

Percuma kan?

Ini saya istilahkan seperti bak mandi bocor. Diisi air, keluar semua.

Makanya blog harus menyediakan sarana supaya pengunjung bisa berlangganan, supaya kita bisa panggil mereka untuk datang lagi.

Ini caranya:

Buat halaman/akun di social media

Ada 4 social media yang umum:

Facebook, Twitter, Pinterest, Instagram.

Buat akun di semuanya, tapi anda tidak perlu fokus promosi di semua tempat.

Pilih salah satu yang paling sesuai dengan niche anda, fokus di sana.

(biasanya sih Facebook)

Setelah itu, pasang widgetnya di sidebar website anda. Ini contoh widget untuk Facebook Page:

Widget Facebook Page

Klik di sini untuk buat widgetnya.

Daftar akun di Email Marketing Provider

Untuk beberapa niche, kadang Facebook saja sudah cukup…tapi biasanya email list jauh lebih ampuh daripada social media.

Di Facebook, post anda hanya dilihat oleh 2.6% follower.

Dari 100 orang, yang lihat cuma 5.

Sedangkan kalau anda pakai email, persentasenya jauh lebih tinggi.

Ini buktinya:

Open Rate blog studi kasus

Email yang dikirimkan ke 384 orang, dibuka oleh 163 orang. Open rate-nya 42.4%

Bandingkan dengan Facebook tadi… 16x lipat!

Maka dari itulah saya sarankan anda untuk membuat email list juga, tidak hanya social media.

Ada 3 layanan email marketing yang bagus untuk pemula:

  1. MailChimp — gratis untuk 2,000 subscriber pertama
  2. Aweber — gratis trial 30 hari
  3. GetResponse — gratis trial 30 hari

Saya pribadi menggunakan ConvertKit. Tidak ada versi gratisnya, tapi fiturnya lebih powerful daripada ketiga nama di atas.

Setelah itu, baca panduan list building ini.

Di panduan tersebut ada tahapan yang perlu anda lakukan untuk memasang “opt-in form” ke website WordPress anda.

Terakhir, baca juga panduan tentang lead magnet.

Lead magnet bertujuan supaya subscriber anda meningkat drastis.

Selesai… bersambung ke episode selanjutnya

Episode 1 dari seri studi kasus niche blog ini sudah selesai, anda sekarang sudah tahu langkah pertama yang bisa anda lakukan untuk membuat blog.

Kita akan lanjut ke episode 2 dalam beberapa minggu ke depan.

Kira-kira ini yang akan saya bahas di episode mendatang:

  • Cara mencari penulis yang bagus (dan cara mengelola konten)
  • Teknik promosi yang saya gunakan
  • Strategi konten
  • Teknik link building
  • dsb.

Satu hal lagi sebelum kita tutup.

Saya ingin mengajak anda untuk ikut membuat blog yang kemudian hasilnya dibuka seperti yang saya lakukan di sini.

Catatan perjalanannya bisa anda tulis di blog anda sendiri, Notes di Facebook, Medium, atau dimanapun asalkan bisa dibaca oleh orang lain.

Kemudian hubungi saya.

Nanti linknya akan saya sertakan di dalam post ini supaya pembaca PanduanIM tahu tentang anda.

Blogger TOP

Tidak semua blogger menulis artikel sendiri.

Kadang karena pemiliknya tidak ada waktu, karena blognya sudah terlalu besar, atau bisa juga karena mereka tidak terlalu paham tentang topiknya (sehingga butuh yang lebih ahli).

Tapi mencari penulis tidak bisa sembarangan.

Kesuksesan blog itu dipengaruhi 100% oleh kontennya, blog anda akan gagal kalau penulis yang anda rekrut tidak bisa membuat konten berkualitas.

Inilah yang akan kita pelajari sekarang…

Setelah membaca panduan ini, anda akan paham cara mencari penulis yang mampu menulis konten berkualitas.

Perkembangan blog studi kasus (April 2016)

Di episode sebelumnya, kita sudah belajar cara membuat blog.

Sebelum masuk ke inti topik kali ini—tentang mencari penulis, saya akan membahas sekilas tentang perkembangan blog yang kita jadikan sebagai studi kasus.

Ini data dari Google Analytics untuk bulan April:

Pengunjung blog april 2016

Di bulan April, total ada 65.686 sessions (+58,42%).

Dibandingkan bulan Maret, tidak ada perkembangan yang cukup signifikan karena artikel-artikel yang baru dibuat belum masuk ke halaman 1 Google.

Ini pendapatan dari AdSense:

Pendapatan Adsense April

Di bulan April, blog ini rata-rata mendapatkan sekitar $2,7 per hari. Pendapatan total dari AdSense di bulan April yaitu $83,38.

Ada 2 sumber pendapatan lagi selain AdSense.

Pertama, dari Amazon:

Pendapatan Amazon April

Saya sempat membandingkan pendapatan Amazon saya dengan beberapa website lain milik teman-teman saya, ternyata pendapatan blog ini jauh di bawah rata-rata.

Hanya $185,97 di bulan April.

Setelah konsultasi dengan para pakar Amazon, alasan utamanya karena konten-konten yang saya buat selama ini tidak efektif untuk menghasilkan pembelian di Amazon.

Maka dari itu meskipun jumlah pengunjungnya lumayan tapi konversinya kecil.

Yang terakhir, ini pendapatan dari Clickbank:

Pendapatan Clickbank April

Pendapatan dari Clickbank juga belum optimal, alasannya sama seperti Amazon. Seperti yang bisa anda lihat di atas, pendapatan hariannya tidak stabil.

Pendapatan total dari Clickbank di bulan April yaitu $511,39.

Dengan demikian, ini statistik akhir di bulan April:

  • Total pengunjung: 65.686
  • Total pendapatan: $780,74

Itulah perkembangan blog studi kasus kita.

Seperti yang sudah saya ceritakan di awal, saya hanya bisa menghabiskan waktu 1-3 jam per minggu untuk mengurus website ini.

Maka dari itulah saya butuh penulis.

Menggunakan jasa penulis memang butuh biaya, tapi biaya ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan waktu yang bisa saya hemat untuk menulis artikel sendiri.

(selain itu, biayanya juga sudah tertutup oleh penghasilan)

Kali ini kita akan belajar cara mencari penulis artikel untuk blog.

Berapa sih upah rata-rata untuk penulis artikel?

Biasanya blogger pemula tidak mau mengeluarkan uang banyak untuk membayar penulis.

Ini bahaya…

Memang pada kenyataannya ada penulis yang upahnya sangat rendah. Bahkan saya pernah melihat beberapa penulis Indonesia rela dibayar Rp 10.000 per artikel 500 kata.

Tapi ini masalahnya:

Kalau bayarannya rendah, kualitasnya PASTI kacau.

Mereka ini biasanya orang yang butuh uang santai. Mereka tidak mau menghabiskan banyak waktu untuk riset dan menulis, sehingga artikelnya ngawur.

Coba saja dihitung:

Kalau misal per artikel dibayar Rp 20.000, berarti untuk mencapai pendapatan Rp 3 juta per bulan maka mereka harus menulis 150 artikel dalam 30 hari!

Berarti mereka harus kejar setoran…

Yang penting cepat, kualitas nomor sekian.

Maka dari itu, ini pesan saya:

Kalau anda tidak bisa mengeluarkan modal, jangan cari penulis.

Mending tulis sendiri.

Lebih baik punya sedikit artikel yang berkualitas daripada banyak artikel tapi semuanya tidak layak.

…lalu berapa upah yang layak?

Sebetulnya tergantung.

Kalau artikel anda butuh banyak riset, maka harganya lebih mahal. Kalau artikelnya mudah dibuat, lebih murah.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, MINIMAL biaya yang harus anda keluarkan untuk mendapatkan penulis yang layak adalah $0.03 per kata.

($45 atau Rp 450.000 per artikel 1500 kata)

Tapi, sekali lagi, tergantung… bisa juga lebih murah.

1. Mencari penulis di TextBroker dan Problogger

Ini 2 tempat favorit saya untuk mencari penulis.

Keunggulan, kelemahan, dan cara mencarinya akan saya jelaskan masing-masing di bawah ini.

Menggunakan TextBroker

TextBroker adalah sebuah website jual beli antara orang yang butuh jasa penulis artikel dengan para penulis. Kita bisa memasang job pembuatan artikel, kemudian akan ada penulis yang mengambil jobnya.

Ada banyak website sejenis, tapi menurut saya TextBroker yang paling bagus antara harga dan kualitasnya.

Lakukan langkah-langkah berikut:

Pertama, buat akun di TextBroker.

Kemudian buat orderan baru, pilih open order.

Open order textbroker

Setelah itu pilih General Order.

Ikuti pengaturan di bawah ini untuk mendapatkan artikel yang kualitasnya cukup bagus:

  1. Word count: minimal 1000, untuk topik artikel yang perlu dibahas panjang minimal 2000
  2. Processing time: minimal 1 hari per 1000 kata
  3. Quality level: Minimal 4 stars
  4. Advanced SEO options: kosongkan semuanya
  5. Keywords: kosongkan

Quality level sebaiknya minimal 4 stars. Saya sudah pernah mencoba di bawah 4 stars, tapi hasilnya tidak memuaskan.

Setelah itu, anda akan diminta memasukkan order briefing.

Ini contoh order briefing yang bisa anda gunakan:

IMPORTANT: Please do not pick up this project unless you have an actual experience in [topic].

Voice: 1st person singular (I, me, my) and 2nd person (you, your)

Style/Tone: Conversational.

Formatting Requirements: Use shorter paragraphs (1-3 sentences), subheaders (H3), and bulleted or numbered lists. Your article must link to at least 2 other articles on [topic] blogs.

Example of writing style: [link ke contoh artikel yang ingin ditiru]

Dengan memberikan briefing, maka artikel anda akan jadi lebih seragam meskipun ditulis oleh orang yang berbeda.

Sesuaikan briefing di atas dengan kebutuhan anda.

Setelah itu, bayar pesanannya dan tunggu artikelnya selesai.

Mencari penulis tetap di ProBlogger

TextBroker sebenarnya sudah cukup.

Tapi saya pribadi lebih suka punya penulis tetap.

Alasannya karena penulis tetap kualitasnya lebih terpercaya dan bisa diberikan training/instruksi yang lebih spesifik supaya hasilnya sesuai dengan apa yang saya harapkan.

Untuk memasang job di ProBlogger anda diharuskan membayar $50. Tapi biaya ini tidak ada apa-apanya dibandingkan kualitas penulis dan jumlah pendaftar.

Pertama-tama, buka Jobs Problogger.

Klik link “Post a job” di kanan atas.

Mencari penulis di Problogger

Untuk deskripsi jobnya, anda bisa tiru lowongan kerja lain lalu ubah sesuai kebutuhan.

Ini contoh yang bisa anda gunakan:

[Blog] is looking for an experienced writer with actual experience in [topic].

Job overview:

  • Topics covered: [topic1], [topic2], [topic3]
  • Length: 1000+ words
  • Article requirements: well-researched, in-depth, visual, inbound and outbound link, conversational tone

Tambahkan lagi keterangannya sesuai kebutuhan anda. Kalau bingung, tiru saja lowongan yang lainnya.

Kemudian di bagian How to Apply, ini contohnya:

To apply for this job, please include:

  • A bit about you and why you’d be a perfect fit for this job
  • Your experience in [topic]
  • Your rate or hourly rate per article
  • Links to any [topic] article you’ve published previously

Send your application to xxx@xxx.com

2. Merekrut penulis yang melamar dari Problogger

Tahap ini khusus untuk Problogger saja.

Setelah job di ProBlogger terpasang, anda akan mendapatkan puluhan atau ratusan pendaftar dalam beberapa hari ke depan.

Anda harus memilih mana yang bagus dan mana yang kurang bagus.

Ini ciri-ciri yang bagus:

  1. Semua kelengkapan yang harus disertakan dalam pendaftaran terpenuhi
  2. Punya pengalaman nyata terhadap topiknya
  3. Atau, pernah menulis di situs besar tentang topik tersebut
  4. Contoh artikel yang pernah mereka tulis sesuai dengan standar kualitas anda

Tapi ini saja belum cukup.

Setelah menyeleksi yang bagus, anda harus menguji kemampuan mereka lagi supaya lebih yakin.

Caranya, berikan tes.

Seperti ini tes yang bisa anda berikan:

  1. Minta mereka mengirimkan 3 judul artikel ke email anda beserta 1-3 kalimat penjelasan
  2. Kalau judulnya sesuai dengan harapan anda, pilih salah satu dan minta mereka menulis artikelnya
  3. Setelah selesai, tinjau kualitasnya. Kalau cocok, maka si penulis tersebut dibayar sesuai harga yang diminta dan dia jadi penulis tetap

Setelah anda mendapatkan penulis, kita lanjut ke langkah berikutnya.

3. Me-manage penulis dan proses pembuatan konten

Di episode sebelumnya kita sudah bicara tentang keyword, pembuatan blog, dan sekarang anda sudah punya penulis.

Saatnya membuat konten.

Yang pertama anda lakukan adalah membuat akun di WordPress anda untuk si penulis (kalau dari Problogger).

Caranya, buka Dashboard, lalu masuk ke menu Users > Add New.

Pada bagian Role, pilih Author:

Pilih Author

Selanjutnya, seperti ini prosesnya:

  1. Minta si penulis untuk mengirimkan 3 judul artikel atau lebih setiap minggunya
  2. Anda pilih judul yang paling bagus
  3. Penulis membuat artikel berdasarkan judul yang anda pilih
  4. Penulis menaruh artikel yang sudah selesai ke Draft di WordPress
  5. Anda melakukan pemeriksaan terhadap artikelnya
  6. Pembayaran dikirimkan ke penulis
  7. Lakukan editing apabila diperlukan
  8. Artikel diterbitkan

Kalau anda ingin supaya si penulis membuat artikel berdasarkan keyword yang sudah anda riset di awal tadi, berikan mereka keywordnya.

Lalu minta supaya mereka membuat judul berdasarkan keyword tersebut.

Komunikasinya bisa dilakukan via email.

Atau, supaya pertukaran email jadi lebih minim, saya biasanya menggunakan aplikasi web bernama Trello.

Seperti ini:

Editorial Board di Trello

Itu contoh “editorial board” untuk salah satu blog saya.

Di dalam board ini ada beberapa “list” dari kiri ke kanan:

  1. Suggested Titles: penulis menaruh judul/topik artikel yang mereka ajukan tiap minggu di sini
  2. Article Titles: topik artikel yang diterima dipindahkan ke sini, kalau saya ingin memberikan masukan topik baru juga ditempatkan di sini
  3. In Progress: penulis memindahkan topik artikel yang akan mereka garap saat ini
  4. Finished: pindahkan ke sini ketika artikel sudah selesai ditulis
  5. Published: pindahkan ke sini ketika artikel sudah diterbitkan di blog

Setelah listnya anda buat, undang si penulis ke board ini supaya mereka bisa langsung menambahkan topik.

Jadi sekarang tugas anda hanya 2:

  • Memilih topik artikel yang diajukan oleh penulis.
  • Menerbitkan artikel dari Draft.

Keduanya paling-paling cuma memakan waktu 1-3 jam per minggu. Sehingga blog anda bisa berjalan (hampir) otomatis.

4. Membuat artikel yang bisa masuk halaman 1 Google

Supaya bisa masuk ke halaman 1, tentunya kualitas artikel harus tinggi.

Tapi masalahnya begini:

Kalau kita menggunakan jasa dari penulis untuk membuat artikel blog, kualitasnya sulit untuk dikontrol.

Apalagi kalau dari TextBroker.

Karena kita tidak tahu apa yang akan si penulis sertakan di dalam artikel tersebut, kita hanya tahu kualitasnya setelah artikel tersebut selesai ditulis.

Maka dari itu, anda harus punya “standar kualitas”.

Standar kualitas dari artikel blog saya kira-kira singkatnya seperti ini:

  1. Artikel list (cth: 10 makanan berprotein tinggi) jumlah itemnya harus paling banyak daripada artikel lain di halaman 1 Google
  2. Artikel what or why (cth: semua yang perlu anda ketahui tentang Omega-3) harus mendalam, disertai data penelitian dan contoh kasus
  3. Artikel how-to (cth: cara membuat website) harus dijelaskan langkah-langkahnya sampai yang paling detail

Kira-kira itu.

Ini hanya contoh, saya pribadi punya 13 standar kualitas dan template yang mendetail untuk masing-masing jenis artikel.

Semua penulis yang baru saya rekrut diharuskan untuk baca dan paham standar kualitasnya.

Konten untuk keyword primer dan sekunder

Ingat kembali di episode lalu kita punya 2 jenis keyword: primer dan sekunder.

Keyword primer itu keyword yang sifatnya mendasar dan dibutuhkan oleh semua orang yang ingin mempelajari topik tersebut.

Volume pencariannya besar, persaingannya tinggi.

Untuk bisa masuk ke halaman 1 Google untuk keyword primer, maka kualitas dari kontennya harus tinggi. Lebih tinggi daripada konten untuk keyword sekunder.

Biasanya ini disebut “konten pilar”.

Ciri-cirinya seperti ini:

  • Isinya sangat mendalam
  • Kadang bisa terdiri dari beberapa bagian (bab)
  • Kualitasnya jauh lebih tinggi daripada konten biasa
  • Proses pembuatannya memakan waktu lebih lama

Ribet kan?

Tapi memang harus seperti ini…

Kalau anda tidak membuat konten yang lebih bagus daripada yang lain, maka tidak ada peluang untuk masuk ke halaman 1 Google.

Selain itu, ada manfaat lain dari konten pilar:

  1. Konten pilar anda akan selalu direkomendasikan kepada orang lain (karena banyak yang butuh)
  2. Blog anda akan seperti jadi “pusatnya ilmu” oleh mereka yang ingin belajar

Dengan demikian, website anda jadi punya authority. Kalau anda berhasil membuat konten pilar, konten-konten anda yang lain akan jadi lebih mudah masuk ke halaman 1 Google.

Lebih sulit, tapi manfaatnya jauh lebih besar.

Sebagai contoh, artikel panduan SEO ini dulu yang paling pertama saya buat di PanduanIM.

Sampai sekarang, artikel tersebut terus direkomendasikan melalui forum dan social media kepada orang yang mau belajar SEO.

Oke, lalu cara buatnya gimana?

Pakai Metode KTP.

Intinya, kumpulkan konten-konten dalam topik yang sama dengan yang ingin anda tulis, kemudian buat struktur konten yang isinya lebih baik daripada mereka semua.

Strukturnya saja.

Kemudian berikan struktur konten tersebut kepada penulis artikel anda. Minta supaya mereka membuat artikel berdasarkan struktur tersebut.

Itulah cara membuat konten yang bisa masuk halaman 1.

Bersambung ke episode selanjutnya…

Sekian untuk episode kali ini. Sekarang anda sudah mengerti cara mencari penulis, mengelola konten, dan membuat konten berkualitas untuk blog niche.

Di episode selanjutnya kita akan membahas cara promosi konten yang efisien.

Blogger TOP

Tidak ada blog yang akan sukses kalau yang dilakukan hanya menerbitkan konten setiap hari, tanpa promosi.

Promosi itu penting…

Bahkan menurut saya pribadi lebih penting daripada membuat konten.

Makanya banyak blogger yang sudah punya ratusan konten tapi pengunjungnya masih ratusan per hari.

Dalam artikel kali ini, saya akan menjelaskan 3 strategi promosi yang paling efektif di antara semua strategi promosi blog yang anda.

Mari kita mulai.

Perkembangan blog studi kasus (Mei 2016)

Sebelum kita mulai ke materi utama, seperti biasa, mari kita bahas dulu tentang blog yang kita jadikan studi kasus.

Buat anda yang belum tahu tentang blog studi kasus ini, silahkan baca episode pertama

Ini data dari Google Analytics untuk bulan Mei 2016:

Pengunjung Blog Mei 2016

Ada 85.453 sessions di bulan Mei, meningkat sekitar 22%.

Kemudian, ini screenshot dari AdSense:

Pendapatan AdSense Mei 2016

Total pendapatan dari AdSense untuk bulan Mei adalah $206,65.

Yang ketiga, pendapatan dari Amazon:

Pendapatan Amazon Mei 2016

Kendalanya masih sama seperti bulan lalu yaitu konversi penjualan dari artikel-artikel di blog ini masih sangat kecil karena tipe artikelnya kurang optimal.

Sejak awal Juni saya sudah mulai membuat artikel yang khusus Amazon, tetapi hasilnya belum terlihat.

Yang ini akan kita bahas di bulan-bulan berikutnya.

Di bulan Mei, total $422,25 dari Amazon.

Dan yang terakhir, pendapatan dari Clickbank:

Pendapatan Clickbank Mei 2016

(baris pertama tidak termasuk karena bulan Juni)

Pendapatan terbesar dari situs ini berasal dari Clickbank, total untuk bulan juni yaitu $961,48.

Inilah statistik blog studi kasus bulan Mei 2016:

  • Total pengunjung: 85.453
  • Total pendapatan: $1.590,38 (atau sekitar Rp 20 juta)
  • Total subscriber email list: 1.451
  • Total artikel baru: 14

Bulan Mei 2016 ini adalah bulan keenam sejak blog studi kasus kita dibuat (pada bulan Desember 2015).

Meskipun hasilnya tidak luar biasa, tapi sebetulnya tidak jelek-jelek amat mengingat niatan awal saya yaitu blog ini berjalan secara hampir otomatis dan tanpa mengeluarkan biaya iklan.

Demikianlah perkembangan blog tersebut untuk bulan Mei.

Mari kita masuk ke materi bulan ini.

Sekilas tentang promosi konten…

Cara promosi konten itu ada banyak.

Di artikel ini saya sudah membahas 13 strategi promosi konten.

Tapi saya sering dapat komentar seperti ini:

“Cara promosinya kebanyakan, bingung yang mana”

“Dari sekian cara promosi, mana yang paling efektif?”

Maka dari itu, kali ini akan saya kerucutkan menjadi 3 strategi promosi yang paling efektif dan tidak memakan banyak waktu.

Persiapan: Membuat gambar untuk social media

Jaman sekarang, hampir tidak ada blog besar yang tidak menggunakan gambar.

Pasti bergambar.

Ini alasannya:

Post yang dishare ke Facebook

Post yang dishare ke Pinterest

Gambar-gambar di atas adalah artikel website yang di-share ke social media.

Facebook dan Pinterest.

Keduanya merupakan penyumbang traffic terbesar bagi pemilik blog (selain Google, tentunya).

Kalau artikel anda tidak bergambar, atau gambarnya jelek, maka hampir mustahil untuk bisa mendapatkan banyak pengunjung dari social media.

Demikian sebaliknya…

Bahkan sekarang pun di blog studi kasus ini setiap harinya ada 100-500 pengunjung dari Facebook, padahal sudah jarang saya promosikan sendiri.

Cara buatnya tidak sulit.

Gunakan aplikasi web bernama Canva.

Ini contoh gambar yang baru saya buat dalam 5 menit:

10 Manfaat

Tidak sulit, tinggal klik, tarik, ketik.

Untuk mencari gambar background-nya, gunakan situs-situs ini:

Kemudian upload ke Canva.

Atau bisa juga langsung cari dari Canva, biasanya harga per gambar $1.

Setelah punya gambar untuk setiap post, barulah kita siap melakukan promosi.

1. Pasang link ke blog-blog lain dari artikel anda

Ini cara paling mudah supaya artikel kita di-share oleh para blogger yang sudah punya banyak followers.

Tidak ada trik rahasia, tinggal pasang link ke artikel mereka.

Misalnya kalau anda membuat artikel tentang “makanan berprotein tinggi”, dan salah satu di antaranya yaitu “telur”, maka anda bisa pasang link ke artikel yang membahas manfaat-manfaat telur.

Kira-kira seperti itu.

Mudah kan?

Saya sendiri di setiap artikel selalu mengupayakan supaya minimal ada 1 link ke blog lain untuk setiap subheader. Jadi kalau ada 10 subheader maka ada 10 link.

Setelah artikelnya terbit, lakukan ini:

  1. Cari halaman kontak atau alamat email pemilik blog
  2. Hubungi mereka, bilang bahwa anda mencantumkan artikel mereka di dalam artikel anda
  3. Kalau tidak dijawab, kirimkan email follow-up 5 hari kemudian

Itu saja.

Biasanya dari 10 email, akan ada sekitar 20-50% yang menjawab.

Kalau konten anda memang bagus, mereka akan dengan senang hati mengeshare ke social media.

Ini contoh email yang dikirimkan oleh editor saya:

Contoh email outreach

Dan ini balasannya:

Outreach email success

Intinya mereka dengan senang hati membagikan artikel saya kepada audiens mereka.

Dengan satu strategi sederhana ini saja saya bisa mendapatkan puluhan ribu share dari Pinterest dan Facebook:

Jumlah share di pinterest dan facebook

2. Gabung di grup Facebook yang populer

Hampir semua niche ada grupnya di Facebook.

Cari grup yang relevan dengan niche anda dengan 2 keyword ini:

  1. “groups named [topic]”
  2. “groups about [topic]”

Mencari grup di Facebook

Setelah itu gabung di beberapa grup terbesar.

Hati-hati:

Jangan sembarang promosi link ke dalam grup.

Grup yang bagus pasti ketat. Kalau anda nyepam di grup yang bagus, lalu diusir, maka anda kehilangan potensi promosi yang besar.

Kalau sudah diusir kita tidak bisa gabung lagi ke grup tersebut.

Maka dari itu, seperti yang sudah dibahas di artikel ini, ini aturannya:

  1. Promosi 1:4 — 1x promosi setelah anda 4x posting non promosi
  2. Konten sudah benar-benar harus berkualitas dan isinya bermanfaat bagi anggota grup
  3. Tidak ada unsur-unsur penjualan

Posting non promosi ini bisa dalam bentuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, posting gambar menarik (yang sesuai topik), atau sekedar berdiskusi.

Satu tips lagi:

Ada cara supaya sambil promosi anda juga bisa meningkatkan like di Facebook Page anda.

Caranya yaitu post dulu artikel anda di Page (bukan di grup), kemudian Share post di Page tersebut ke dalam grup.

3. Guest blogging di blog-blog besar

Setiap kali bahas teknik promosi konten, yang satu ini selalu saya bahas.

Karena memang guest blogging sangat efektif.

Selain traffic, kita juga bisa mendapatkan backlink yang berkualitas sehingga post yang dipromosikan peringkatnya di Google akan langsung naik.

Ini cara paling mudah mendapatkan backlink.

Guest blogging juga tidak sulit.

Yang perlu anda lakukan tinggal memikirkan beberapa topik yang relevan dengan topik artikel yang ingin anda promosikan.

Misalnya:

Kalau saya ingin mempromosikan post tentang “daftar makanan berprotein tinggi”, maka contoh topik untuk guest blognya seputar makanan berprotein tinggi.

Dengan demikian dari artikel guest blog tersebut kita bisa memasang link ke artikel yang ingin dipromosikan.

Kalau topiknya tidak relevan, maka akan terlihat “maksa”.

Ini cara mencari blog yang menerima guest blogger:

  1. [topik] “guest post”
  2. [topik] “guest blog”
  3. [topik] “write for us”
  4. [topik] “guest post guidelines”

…dan lain-lain.

Ini template email yang bisa anda gunakan:

Hey [name],

I stumbled upon your blog while looking for [topic] articles, and noticed that you’re accepting guest blogger.

The reason I’m writing to you is because I’d love to contribute a guest post on your blog. I’ve prepared 3 topics that I think your readers would get a ton of value from:

  • [article topic 1]
  • [article topic 2]
  • [article topic 3]

Please choose either one and I’ll start writing right away.

To give you some idea of the quality of my articles, here are some of the latest posts on my blog:

  • [sample 1]
  • [sample 2]

Looking forward to hearing back from you.

Cheers,
[your name]

Itulah cara melakukan guest blogging.

Biasanya ada blog-blog yang punya semacam aturan guest blogging.

Pastikan anda baca dulu aturannya sebelum mengirimkan email.

Karena ampuhnya guest blogging, untuk setiap website saya selalu membuat sebuah spreadsheet yang menampung ratusan blog yang menerima guest blogger.

Itulah 3 strategi promosi yang paling efektif dan hemat waktu.

Bonus: Tool yang memudahkan promosi konten

Promosi itu sifatnya berulang.

Terus dilakukan setiap kali kita menerbitkan post baru.

Proses promosi ini akan terus dilakukan sampai anda merasa blog anda sudah cukup besar untuk bisa berkembang sendiri.

Yang namanya proses berulang, pasti membosankan dan memakan waktu besar.

Oleh karena itu, ada beberapa tool yang bisa membantu anda.

0. Jenis tool yang tidak boleh anda gunakan

Sebelum kita masuk ke toolnya, saya perlu bahas yang ini, singkat saja—karena banyak blogger pemula yang terjebak.

Hindari tool yang sifatnya SPAM.

Misalnya tool yang bisa menyebarkan post secara otomatis ke grup-grup Facebook.

Atau tool yang bisa menaruh banyak link sekaligus di website milik orang lain.

Ada 3 alasannya:

Pertama, upaya spam seperti itu akan membuat orang lain terganggu sehingga anda akan mendapat citra yang jelek dan diusir dari komunitas-komunitas.

Kedua, Google bisa memberikan penalti untuk blog anda.

Ketiga, upaya-upaya spam dengan tool seperti itu sekarang sudah tidak efektif lagi. Resiko negatifnya lebih besar daripada manfaatnya. Memang ada yang masih bisa, tapi butuh keahlian tinggi.

Kalau anda masih pemula, lebih baik main yang bersih-bersih saja.

1. Buffer

Buffer adalah tool untuk menjadwalkan posting di social media.

Sebagai contoh, anda bisa menggunakan Buffer untuk mengeshare 3 link di Facebook sekaligus supaya terbitnya satu per satu selama 3 hari ke depan.

Supaya kita tidak buang-buang waktu mampir ke social media tiap hari.

Alternatif:

  1. Hootsuite
  2. PostPlanner
  3. Tailwind (khusus Pinterest)
2. GMass

Hal yang paling melelahkan dalam melakukan promosi konten itu adalah proses mengirim email ke setiap orang satu per satu. 2 dari 3 cara promosi di atas pun butuh mengirim banyak email ke orang lain.

Semakin banyak kita mengirim email, semakin tinggi efeknya.

Supaya tidak capek, solusinya pakai GMass.

Dengan GMass, kita bisa mengirim email yang dipersonalisasi kepada masing-masing penerima. Penggunannya langsung di dalam akun GMail kita.

Alternatif:

  1. ContentMarketer.io
  2. NinjaOutreach
  3. BuzzStream (paling lengkap)
3. Ahrefs

Meskipun biaya perbulannya lumayan tinggi, tapi manfaatnya sesuai.

Ahrefs merupakan tool yang paling banyak manfaatnya dalam pengembangan blog, mulai dari proses keyword research, pembuatan konten, promosi konten, dan link building.

Alternatif:

  1. BuzzSumo
  2. Majestic
  3. Moz

Selain 12 tool di atas, sebetulnya masih ada beberapa tool lagi yang juga bermanfaat untuk promosi konten. Tapi anda tidak perlu ambil pusing karena ini saja sudah sangat cukup.

Olaf2701
Kau, seumpama langit

Berdiri jauh diujung sana

Tegar

Dan tak tergapai


Aku, yang entah siapa hanya mampu memandang mu keatas sana layaknya laut.

Olaf2701 November 11 '17 · Menandai: #tentanglangitdanlaut #katalaut
Halaman: «« « ... 313 314 315 316 317